Kaos 2019 Ganti Presiden Hangatkan Debat Pilgub Jabar

Pilkada  SELASA, 15 MEI 2018 | 08:35 WIB

Kaos 2019 Ganti Presiden Hangatkan Debat Pilgub Jabar

MoeslimChoice | Akhir debat  pasangan calon dalam Pilkada Jabar 2018 meningkatkan suhu persaingan ketika Cawagub Jabar nomor urut 3, Akhmad Syaikhu, membentangkan kaos bertuliskan "2018 Asyik, 2019 Ganti Presiden".  Suasana debat yang berlangsung di dalam Gedung Balairung Universitas Indonesia pun agak ricuh dengan adu mulut antara pendukung Asyik dan pendukung Hasanah yang mayoritas berisi kader PDIP.

Sudrajat kembali beralasan bila apa yang ia lakukan merupakan sebuah aspirasi yang sudah dilaksanakan oleh banyak orang. Bahwa kaos #2019GantiPresiden sudah beredar banyak.

"Kalau Asyik menang, Insya Allah 2019 kita akan ganti presiden," kata Sudrajat.

Tak hanya berucap, pernyataan Sudrajat dilengkapi aksi pasangannya, Ahmad Syaikhu, yang pamer kaus putih bertuliskan '2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden'.

Para pendukung masing-masing calon bersorak-sorai. Pemandu debat berkali-kali meminta pendukung masing-masing calon untuk tenang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Yayat Hidayat ikut menenangkan para pendukung. "Jika ada yang dipersoalkan, nanti kita selesaikan di luar forum ini. Kita punya Bawaslu, nanti bisa kita selesaikan dengan baik," katanya.

Cagub Jabar nomor 3, Sudrajat, membela apa yang sudah ia lakulan sebagai wujud kebebasan berkspresi dalam demokrasi. Ia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah hak nya sebagai warga negara.

"Semua harus belajar demokrasi dan semuanya, kaos banyak dijual di jalan. wajar dalam negara demokrasi. Kita tahu untuk berkepala kepala dingin dan tidak terpancing. Ini adalah aspirasi itu ada kaos dimana-mana," ujar Sudrajat.

Akibat aksi ini, Sudrajat dan Syaikhu langsung mendapatkan perhatian dari KPU dan Bawaslu. Bahkan Sudrajat dikabarkan akan dipanggil oleh Bawaslu meminta penjelasan ini.

"Kalau ada panggil Bawaslu sudah ada tim advokasinya. Cuma harus dijelaskan apa pasalnya," ujar Sudrajat.

Saat debat, insiden ini terjadi mulut antara kedua kubu membuat beberapa menit terakhir debat pilgub Jabar menjadi mencekam. Bahkan tim pendukung RINDU dan Deddy-Dedi mencoba untuk melerai perselisihan antara kedua kubu.

Imbasnya, cagub-cawagub Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi tertunda menyampaikan closing statemen. "Enggak bisa. Tidak bisa, kalau situasi seperti ini saya rasa tidak perlu (closing statment-red)," kata Deddy Mizwar.

Untuk menenangkan masa PDIP yang marah, Cagub nomor urut 2, Tb Hasanuddin, yang juga merupakan Ketua DPD PDIP Jabar ikut menenangkan.


Komentar Pembaca