Danny Pomato Lawan Appi Munarfi di Makassar Berlanjut

Pilkada  SENIN, 14 MEI 2018 | 10:54 WIB

Danny Pomato Lawan Appi Munarfi di Makassar Berlanjut

Danny Pomato dan pendukungnya.

MoeslimChoice | Pemilihan Wali Kota Makassar boleh jadi merupakan salah satu yang paling seru dalam Pilkada Serentak 2018. Tak mengherankan jika  Keputusan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar yang menerima permohonan Moh Ramdhan (Danny) Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) untuk kembali menjadi pasangan calon pada Pilwalkot Makassar 2018 direspons dengan sangat emosional oleh para simpatisan dan pendukungnya.

Ratusan simpatisan DIAmi yang memadati Jalan Anggrek Raya, tepat di depan Kantor Panwaslu Kota Makassar langsung melakukan sujud syukur. "Allahu Akbar, Allahu Akbar, gugatan kita diterima," pekik para simpatisan.

Ada yang saling memeluk, ada yang berurai air mata sambil meneriakkan takbir. "Terima kasih kepada Panwaslu Kota Makassar yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Terima kasih pula kepada aparat kepolisian yang telah mengawal aksi kami dengan damai," tegas salah seorang orator.

Setelah melakukan sujud syukur, para simpatisan membubarkan diri dengan tertib dan selanjutnya menuju kediaman pribadi Danny Pomanto di Jalan Amirullah, Makassar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Panwaslu Kota Makassar mengabulkan gugatan DIAmi dalam sidang putusan sengketa Pilwalkot Makassar, oleh Panwaslu Makassar, antara pihak DIAmi (pemohon) dengan KPU Makassar (termohon), Minggu siang (13/5/2018).  Sebelumnya KPU membatalkan pencalonan Danny-Indira lewat Surat Keputusan Nomor 64 tertanggal 27 April 2018.

Permintaan Panwaslu merupakan putusan sidang Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pilkada, yang digelar di Makassar, Minggu 13 Mei. Dalam sidang yang dipimpin Ketua Panwaslu Makassar Nursari, majelis mengabulkan gugatan Danny-Indira terhadap SK pembatalan pencalonan yang diterbitkan KPU.

"Isi putusan tadi, memerintahkan KPU melaksanakan putusan Panwaslu paling lama tiga hari setelah diterbitkan. Ini bersifat final dan mengikat bagi KPU," kata Humas Panwaslu Makassar Muhammad Maulana.

Pada April lalu KPU Makassar mendiskualifikasi  Danny-Indira karena dianggap melanggar persyaratan. Mereka dianggap menyalahi wewenang sebagai petahana, dengan sejumlah kebijakan yang menguntungkan di Pilkada. KPU melaksanakan perintah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) yang diperkuat Mahkamah Agung (MA).

Maulana mengatakan, Panwaslu Makasssar menyebut KPU setempat keliru dalam melaksanakan putusan MA dan PTTUN. Alasannya, dalam amar putusan tidak ada pernyataan bahwa Danny-Indira tidak memenuhi syarat pencalonan.

Panwaslu, menurut Maulana, mengeluarkan putusan berdasarkan fakta objektif. Berdasarkan hasil sidang musyawarah yang didukung pendapat saksi ahli, KPU dianggap keliru. Sebab SK diskualifikasi diterbitkan tanpa berdasarkan pelanggaran nyata. "Ini dasar pertimbangan objektif majelis. Panwas tidak dalam hal menilai putusan MA," ujar Maulana.

Putusan Panwaslu yang mengabulkan gugatan, disambut sukacita oleh pemohon. Kubu Dannya-Indira yang diwakili tim kuasa hukum langsung sujud syukur di dalam ruangan sidang usai putusan dibacakan.

Kuasa hukum Dann-Indira, Jamaluddin Rustam menyatakan bersyukur atas putusan sengketa ini. Dia mengimbau KPU agar patuh menjalankannya. KPU diharap mengembalikan status pencalonan Danny-Indira paling lama tiga hari ke depan.

"Kalau tidak dilaksanakan, berarti melanggar pidana. Panwas punya kewenangan yang wajib dilaksanakan KPU," kata Jamal.

Terpisah, kuasa hukum KPU Makassar Marhumah Majid belum bisa memastikan langkah apa yang akan ditempuh. Dia baru akan menyampaikan hasil sidang musyawarah di Panwaslu kepada komisioner KPU, untuk dirembukkan.

"KPU akan berkoordinasi dulu. Seperti itu alurnya untuk pengambilan keputusan," kata dia.

Pasangan Danny Pomato-Indra Mulyasari mendapat persaingan ketat dari pasangan Appi-Cicu. Sementara Danny adalah petahana Wali Kota, Appi adalah pengusaha muda, menantu Aksa Mahmud.


Komentar Pembaca