Polisi Segera Gelar Perkara Dugaan Penipuan Umrah Abu Tours and Travel

 KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 | 22:17 WIB

Polisi Segera Gelar Perkara Dugaan Penipuan Umrah Abu Tours and Travel

Moeslimchoice. Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) segera menggelar perkara kasus dugaan penipuan jamaah umrah Abu Tours and Travel.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan, gelar perkara dilakukan menyusul diterimanya 252 aduan calon jamaah dari berbagai daerah di Sulsel yang hingga saat ini belum juga diberangkatkan.

Dikatakan Dicky, dari hasil koordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, mereka telah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian agar diproses secara hukum.

"Kanwil Agama sudah nyatakan bahwa kasus ini akan diproses hukum. Makanya kami akan gelar perkara dulu dalam waktu dekat untuk masalah proses penyelidikannya," jelas Dicky dalam keterangan persnya di Makassar, Kamis (22/2).

Sementara untuk pihak Abu Tuours, kata Dicky, melalui manajemennya juga telah dikonfirmasi hingga diambil keterangannya terkait penggunaan anggaran dari ribuan calon jamaah.

Namun, lantaran tidak ada kejelasan terkait nasib ribuan jamaah yang telah dijanjikan diberangkatkan umrah, pihaknya berinisiatif mengambil tindakan tegas untuk memproses kasus tersebut. Terlebih Kemenag telah memberikan kelonggaran batas waktu sejak Mei hingga Desember 2017.

"Para jamaah yang dijanjikan berangkat sejak tahun 2017 lalu, tidak diberangkatkan. Bahkan sampai hari ini, seribu orang saja tidak ada yang diberangkatkan. Penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan dengan Kanwil agama sebelumnya. Makanya mereka serahkan langsung ke kami untuk ditindaklanjuti," ungkap Dicky.

Untuk kejelasan pelanggaran hukumnya, pihak Abu Tours diduga melanggar undang-undang nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggarana ibadah haji dan umrah.

"Jadi Abu Tours ini bisa dikenakan 2 pelanggaran. Pelaksanaan haji dan umrah, serta KUHP pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan

Selain itu, tambah Dicky, hingga saat ini posko pengaduan juga akan tetap dibuka untuk menampung seluruh laporan calon jamaah yang belum juga diberangkatkan.

"Karena kemungkinan pasti laporan itu akan terus bertamabah, makanya kita data terus masyarakat yang datang melapor," kata dia.

Secara terpisah, Direktur Opersional Abu Tours Makassar, Agus Camma mengatakan, 16 ribu jamaah yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia dipastikan akan diberangkatkan. Namun pemberangkatan dilakukan secara berkala.

Untuk hari ini, kata dia, jamaah untuk daerah Jakarta sudah diberangkatkan sekitar 180 orang. Kemudian pemberangkatan selanjutnya menyusul pada Senin (26/2) dengan total jemaah 159 jamaah.

"Insya Allah ini bagian dari 16 ribu jemaah umrah yang diberangkatkan secara bertahap se-Indonesia yang sempat tertunda," pungkasnya.[jpc]


Komentar Pembaca