Ganjar Pranowo Membuat Sri Umiyati Menangis Usai Mengadukan Kondisi Polindes

- Rabu, 15 Maret 2023 | 19:28 WIB
Ganjar Pranowo bikin Bidan Desa Menangis/Foto Humas Jateng
Ganjar Pranowo bikin Bidan Desa Menangis/Foto Humas Jateng

MoeslimChoice.Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, memang dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan cepat tanggap merespon segala kebutuhan warga yang disampaikan padanya. Tapi hari ini kecekatan dan kecepatan Ganjar mengatasi persoalan justru membuat Sri Umiyati menangis. Kenapa?

Ganjar Pranowo hari ini menerima pengaduan langsung dari warga. Kebetulan yang mengadu adalah Sri Umiyati, Bidan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sri Umiyati mengadukan kondisi Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang tidak memadai serta kebutuhan beras fortifikasi untuk gizi masyarakat, khususnya ibu hamil.

Ganjar Pranowo dengan sigap dan cekatan merespons cepat masalah yang diadukan Sri Umiyati, dan seketika itu pula sang Bidan Desa ini menangis. Ia tak kuasa menahan rasa haru yang membuatnya meneteskan air mata. Tak disangka Sri Umiyati, aduan yang ia sampaikan langsung dijawab kontan oleh Ganjar dengan menyelesaikan dua persoalan itu sekaligus.

Baca Juga: Ketahuilah, Candi Prambanan di DI Yogyakarta akan Ditutup Pekan Depan

“Saya kan tinggal di Polindes, maaf kondisi Polindesnya mengenaskan, Pak. Saya terharu ada orang penting yang memperhatikan kondisi Polindes,” ujar Sri Umiyati, saat berdialog dengan Ganjar Pranowo secara online pada Musrenbangwil Petanglong Bregasmalang, di Pendapa Kabupaten Batang, Rabu (15/3/2023).

Sri Umiyati menjelaskan, di Desa Sidoharjo terdapat 41 anak stunting. Jumlah tersebut turun 54 persen dari 2021. Upaya yang dilakukan untuk menurunkan stunting adalah memberikan sosialisasi, memberikan makan bergizi, serta edukasi kepada ibu hamil, termasuk pemberian pil penambah darah.

“Kami masih membutuhkan susu dan beras fortifikasi. Beras fortifikasi itu kan banyak mengandung gizi, Pak. Untuk ibu hamil ada 21 orang, jumlah risti (risiko tinggi) ada 12 orang karena kurang energi kronis (KEK), hipertensi, penyakit penyerta, kehamilan lebih umur atau di atas 35 tahun, ada juga yang 17 tahun sudah hamil. Kalau AKI-AKB nihil,” ungkapnya.

Baca Juga: Lantik Pejabat Lingkup Kemendagri, Mendagri: Dalam Organisasi Perlu Penyegaran

Selain memberikan bantuan renovasi polindes, Ganjar Pranowo juga akan mengirim mobil sampah untuk Desa Sidoharjo. Itu setelah Kepala Desa Sidoharjo Muhammad Mutokhin menyampaikan, kebutuhan mobil sampah cukup penting supaya masyarakat tidak buang sampah sembarangan.

“Tiga persoalan utama di Desa Sidoharjo itu ada RTLH sekitar 242 rumah, stunting, dan warga tidak mampu tidak ter-cover BPJS. Kami juga membutuhkan mobil sampah biar warga tidak buang sampah sembarangan,” ujarnya kepada Ganjar.

Menanggapi aduan dari bidan desa dan kepala desa itu, Ganjar Pranowo dengan cepat meminta jajarannya agar melihat kondisi Polindes Sidoharjo untuk direnovasi. Ia juga meminta agar beras fortifikasi dan mobil sampah segera dikirimkan.

“Oke nanti biar dilihat Polindesnya dan dibangun. Beras fortifikasi dan mobil sampah nanti saya kirim ke sana,” kata gubernur.

Ganjar mengatakan, dia butuh mendengarkan masyarakat secara langsung untuk mengetahui permasalahan di masyarakat, kemudian membuat kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut. Kebutuhan disabilitas, isu perempuan dan anak, stunting, AKI-AKB, dan ibu hamil juga menjadi perhatian dalam musrenbang.

“Ada yang sebenarnya bisa kita tangani dengan cepat kok. Maka kalau kemudian itu bisa kami tangani cepat, ya sudah kami lakukan sendiri saja. Kan saya punya akses-akses yang sebenarnya bisa digunakan. Maka saya senang kalau ada orang yang bersemangat, punya prestasi, dan ada kendala kami bisa mengatasi, karena itu tidak terlalu sulit. Uangnya juga nggak terlalu mahal. Itu bisa kami lakukan,” tandasnya.*

Editor: Rosydah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X