Setiap Bayi Keturunan Nabi Harus Didaftarkan ke Rabithah Alawiyah

- Rabu, 1 Februari 2023 | 19:22 WIB

MoeslimChoice.Habib Rizieq Shihab menegaskan kalangan saadah atau para keturunan Nabi Muhammad SAW tak diperbolehkan menerima zakat. Menurut dia, hal ini sudah menjadi ketentuan dalam hukum Islam.

Hak ini ia terangkan saat berbincang dengan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, lewat Channel YouTube pribadi Refly Harun yang dikutip Rabu (1/2/2023).

Awalnya, mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu tengah menjelaskan perihal urgensi pendaftaran setiap keturunan nabi yang baru lahir ke Rabithah Alawiyah.

Rabithah Alawiyah merupakan sebuah organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Pada umumnya organisasi ini menghimpun WNI keturunan Arab, khususnya yang memiliki keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Habib Rizieq juga menyampaikan bahwa setiap kelahiran keturunan nabi wajibnya didaftarkan ke Rabithah Alawiyah. Sebuah organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan.

Pada saat bayi keturunan nabi lahir pertanyaan yang akan ditanya adalah siapa ayah-ibu, kakek-nenek hingga buyutnya dan jika dinyatakan lulus atau sah, maka anak tersebut bisa mendapatkan gelar habib. Rizieq pun mengatakan alasannya.

“Jawabnya karena ada sejumlah hukum dalam syariat Islam yang berkaitan dengan hak dan kewajiban mereka,” ucapnya.

“Contoh ya contohnya singkat saja keluarga nabi itu nggak boleh makan zakat. Ini kalau kita bicara hukum biasa ya, bukan hukum darurat,” lanjutnya.

“Walaupun dia katakanlah dia sebagai apa namanya sebagai salah satu asnaf ketika nabi mengumpulkan zakatkan dari para sahabat di antaranya kan ada zakat kurma kan,” ucapnya.

“Tahu-tahun Husein (cucu Nabi) satu ambil itu kurma dan begitu Nabi lihat, dipegang mulutnya dikeluarin (kurma itu). Karena ingat keluarga Muhammad nggak boleh makan zakat,” jelas Habib Rizieq.

“Akhirnya bisa saja dia makan zakat. Nah, hukum ini perlu dijaga supaya hukum ini bisa berlaku. Habib harus tahu kalau dirinya Habib, dan itulah itu pencatatan, itu satu,” jelasnya.

Kedua, Khumusul Khumus. Diketahui, pada zaman Nabi, keluarga nabi tersebut mendapat bagian dari rampasan perang yakni seper-25.

“Nah di zaman nabi itu dijalankan, dibagi-bagi di zaman Sayidina Abu Bakar Siddiq, Umar Bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib bahkan di zaman Muawiyah Radhiyallahu Anhu di zaman Bani Umayyah Bani Abbas itu dijalankan,” ucap Habib Rizieq.

“Tapi itu hanya untuk keluarga nabi, anak cucunya, Nah otomatis keluarga mereka mesti dicatat dong di dalam satu dewan, satu pembukuan besar kalau nggak dicatat nanti bagaimana mereka mau dapat itu bagian,” katanya.

Halaman:

Editor: Ida Royani

Terkini

X