2023: Prancis vs Jerman Perang, Uni Eropa Bubar, AS Perang Saudara

- Rabu, 28 Desember 2022 | 12:30 WIB
Dmitry Medvedev
Dmitry Medvedev

MoeslimChoice.Elon Musk menang Pemilihan Presiden, Ukraina Bubar, Uni Eropa dan mata uang Euro pecah, Jerman dan Prancis perang, Amerika Serikat dilanda Perang Saudara.

Mengerikan sekali gambaran dunia pada 2023 dalam ramalan mantan Presiden dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev.

Ramalan di Twitter itu viral dan hingga kemarin saja, Selasa (27/12/2022), sudah dilihat lebih dari 25 juta viewer. Yang me-like lebih dari 37.000.

Dilansir dari BBC, Rabu (28/12/2022), pemilik baru Twitter, Elon Musk, menggambarkan ramalan politisi yang sekarang menduduki jabatan wakil ketua Dewan Keamanan Rusia tersebut "prediksi paling absurd yang pernah ia dengar".

Medvedev meramal bahwa "akan terbentuk semacam negara baru di Eropa, yang antara lain terdiri dari Jerman, Polandia, negara-negara Baltik, Czechia, Slovakia, dan Republik Kyiv".

Wilayah yang sekarang dikenal sebagai Ukraina barat "akan diduduki oleh Polandia dan Hungaria" yang mengisyaratkan bahwa pada 2023 "negara Ukraina akan bubar".

Medvedev memprediksi "akan pecah perang antara Prancis dan negara baru pimpinan Jerman".

"Eropa akan terpecah, Polandia akan mengalami partisi sebagai akibatnya," kata Medvedev.

'Uni Eropa dan mata uang euro akan bubar'
Medvedev memprediksi pada 2023 "Uni Eropa akan bubar setelah Inggris bergabung kembali; dan euro tidak akan lagi sebagai mata uang tunggal".

Soal Uni Eropa, Medvedev mengatakan organisasi regional ini "akan bubar setelah Inggris bergabung kembali; dan euro tidak akan lagi sebagai mata uang tunggal".

Inggris menggelar referendum keanggotaan Uni Eropa pada 2016 dan hasilnya dijadikan dasar oleh pemerintah Inggris untuk keluar dari organisasi tersebut.

Menurut Medvedev, Irlandia Utara akan lepas dari Inggris dan bergabung dengan Negara Republik Irlandia.

Ia juga memperkirakan "akan pecah perang saudara di California dan sebagai akibatnya Texas akan berdiri sebagai negara sendiri".

Dalam prediksinya, Texas dan Meksiko "akan bergabung menjadi satu negara".

Halaman:

Editor: Ida Royani

Terkini

X