• Minggu, 5 Februari 2023

Kian Banyak Warga Ogah Punya Anak, Pasti Krisis Demografi

- Senin, 28 November 2022 | 23:50 WIB

MoeslimChoice.Selain China yang terancam bakal mengalami krisis demografi, Korea Selatan juga. Karena kian banyak warga di kedua negara yang memutuskan tidak punya anak. Pemerintah China terus mendorong rakyatnya untuk punya anak banyak. Tapi masyarakat enggan.

Hal yang mirip terjadi di Korea Selatan. Generasi milenial sekarang tidak mau punya anak. Padahal pemerintah mendorong warga melahirkan banyak anak.

Salah satu warga Korea Selatan yang tak mau punya anak adalah Yoo Young Yi. Neneknya dulu melahirkan enam anak. Ibunya melahirkan dua. Akan tetapi kini, Yoo tidak menginginkan seorang pun.

“Suami saya dan saya sangat menyukai bayi, tetapi ada hal-hal yang harus kami korbankan jika kami membesarkan anak-anak,” kata Yoo, seorang karyawan perusahaan keuangan Seoul berusia 30 tahun.

“Jadi ini menjadi masalah pilihan antara dua hal, dan kami sepakat untuk lebih fokus pada diri kami sendiri,"  katanya dilansir AP, Senin (28/11/20220.

Ada banyak orang seperti Yoo di Korea Selatan yang memilih untuk tidak memiliki anak atau tidak menikah. Negara maju lainnya memiliki tren serupa, tetapi krisis demografi Korea Selatan jauh lebih buruk.

Badan statistik Korea Selatan mengumumkan pada bulan September bahwa tingkat kesuburan total – jumlah rata-rata bayi yang lahir dari setiap wanita dalam masa reproduksinya – adalah 0,81 tahun lalu. Itu terendah di dunia untuk tahun ketiga berturut-turut.

Populasi menyusut untuk pertama kalinya pada tahun 2021, memicu kekhawatiran bahwa penurunan populasi dapat sangat merusak ekonomi – terbesar ke-10 di dunia – karena kekurangan tenaga kerja dan pengeluaran kesejahteraan yang lebih besar karena jumlah orang tua meningkat dan jumlah pembayar pajak menyusut.

Presiden Yoon Suk Yeol telah memerintahkan para pembuat kebijakan untuk menemukan langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Tingkat kesuburan, katanya, anjlok meskipun Korea Selatan menghabiskan 280 triliun won (RM946bil) selama 16 tahun terakhir untuk mencoba membalikkan keadaan.

Halaman:

Editor: Ida Royani

Terkini

Bulan Rajab Adalah Bulan Menanam

Kamis, 2 Februari 2023 | 14:12 WIB
X