Pemerintah Qatar Jadikan Piala Dunia 2022 Momentum Perangi Obesitas

- Rabu, 23 November 2022 | 12:00 WIB

MoeslimChoice.Saat ini perhatian dunia tertuju pada Qatar, yang tengah menjadi tuan rumah perhelatan akbar FIFA World Cup 2022. Ternyata Pemerintah Qatar menjadikan momentum ini untuk memerangi obesitas. Untuk itu anak-anak di Qatar didorong berolahraga, salah satunya bermain sepakbola.

Alain, bocah lelaki berusia tujuh tahun, berlatih bersama 20-an anak-anak lainnya di Doha, kota penyelenggara Piala Dunia. Ia berjuang mengurangi berat badan untuk mewujudkan mimpinya: menjadi pemain sepak bola profesional.

Sambil menggiring bola mengitari kerucut-kerucut pada malam hari yang panas, ia ambil bagian dalam kampanye untuk mendorong kesehatan dan kebugaran di kawasan Teluk Persia, di mana tingkat obesitas warganya mulai mengkhawatirkan.

Temannya, Mohammed Karnib yang berusia sembilan tahun mengatakan,"Kami berada di sini untuk menurunkan berat badan, meningkatkan keterampilan sepak bola kami, dan menjadi pemain bola yang profesional dan maju.”

Dilansir VOA, Rabu (23/11/2022), bukan cuma Karnib yang ingin meningkatkan kebugaran di negara yang kaya sumber daya alam itu. Kombinasi kemakmuran dan panas yang menghalangi keinginan berolahraga telah memunculkan sebagian dari populasi yang paling banyak mengalami kelebihan berat badan di dunia.

Ratusan pemain bola internasional yang superfit kini berada di Qatar untuk mengikuti Piala Dunia. Ini merupakan anomali bagi negara di kawasan gurun, di mana 70 persen warga dewasanya kelebihan berat badan.

Hal serupa juga ditemukan di kawasan itu. Menurut data resmi, sekitar 66 persen warga Oman kelebihan berat badan atau mengalami obesitas, dan hasil kajian tahun 2020 menunjukkan obesitas di kalangan anak-anak Kuwait berkisar 35-40 persen.

Di Uni Emirat Arab, obesitas anak-anak meningkat dari 12 persen menjadi 17,4 persen dalam dua tahun pada tahun 2020, kata kementerian kesehatan.

Diet tidak sehat dan gaya hidup pasif dituding sebagai penyebabnya. Kawasan ini dikenal mengimpor sebagian besar bahan pangannya dan di beberapa daerah tercatat memiliki musim panas dengan suhu paling panas di dunia, membuat berolahraga di luar ruang sangat berbahaya.

Halaman:

Editor: Ida Royani

Terkini

X