BPOM Umumkan 2 Perusahaan Farmasi Jadi Tersangka Kasus Cemaran EG dan DEG

- Kamis, 17 November 2022 | 19:45 WIB
foto/net
foto/net

MoeslimChoice. Sebagai tindak lanjut dari kasus obat sirop mengandung cemaran maupun zat murni etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hari ini, Kamis (17/11/2022) mengumumkan dua perusahaan farmasi sebagai tersangka. 

Dua perusahaan farmasi tersebut adalah PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industri. Kini kasus tersebut tengah ditangani oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

"PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industri telah dilakukan proses penyidikan dan telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito dalam konferensi pers di Gedung BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2022).

Sementara itu, tiga industri farmasi lainnya, yaitu PT Afi Farma, PT Samco Farma dan PT Clubros Farma, sedang menjalani penyidikan lebih lanjut.

Baik PT Yarindo Farmatama maupun PT Universal Pharmaceutical, telah sama-sama memasukkan kandungan yang melebihi ambang batas aman produk, sehingga mengakibatkan cemaran EG dan DEG.

"Melebihi batas aman penggunaan. Hasil pengawasan terhadap produk dan bahan baku mengandung cemaran EG dan DEG," kata Penny K. Lukito lebih lanjut.

Diketahui, BPOM telah melakukan penindakan sanksi dengan mencabut izin edar tiga perusahaan farmasi, yaitu PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma.

Kemudian pada pekan lalu, BPOM kembali menarik dan memusnahkan produksi obat sirop yang diproduksi oleh PT Samco Farma dan PT Ciubros Farma. Pemusnahan ini dilakukan terhadap seluruh bets produk sirup obat yang mengandung cemaran EG dan DEG melebihi ambang batas.

Produk sirup obat lainnya dari dua industri farmasi tersebut, yang menggunakan pelarut tambahan juga dihentikan produksi dan distribusinya, sampai ada perkembangan lebih lanjut terkait hasil uji dan pemeriksaan CPOB.

Halaman:

Editor: Melati

Terkini

X