• Selasa, 7 Februari 2023

Baznas RI dan Bayt Zakat Mesir Sepakat Perkuat Kerja Sama

- Rabu, 9 November 2022 | 12:30 WIB
foto/kemenag
foto/kemenag

MoeslimChoice. Dalam lawatannya bersama Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin ke Mesir, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI), mengadakan pertemuan dengan Bayt Zakat dan Sedekah, Mesir. Pertemuan tersebut membahas kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di bidang agama dan kebudayaan.  

Pertemuan antara Sekretaris Jenderal Bayt Zakat dan Sedekah Mesir, Mayjen Muhammad Amru Lutfi dan Sekretaris Baznas RI, Muchlis M Hanafi berlangsung di gedung perkantoran (Masyiyakhah) Al-Azhar, Senin (7/11/2022).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Prof. Dr. Bambang Suryadi, dan jajarannya. Sedangkan di pihak Bayt Zakat Mesir, hadir antara lain Dr. Sahar Nashr, penasihat Grand Syeikh Azhar untuk Bayt Zakat, mantan Menteri Investasi dan Kerjasama Internasional. 

Pertemuan kedua pihak berlangsung hangat, dan diwarnai dengan saling berbagi informasi dan pengalaman. Kepada Sekjen Bayt Zakat Mesir, Muchlis M Hanafi menyampaikan salam hormat dari Ketua Baznas Prof. Dr. KH. Noor Achmad, yang berhalangan hadir karena harus mengikuti kegiatan Wapres RI di kota lain, Sharm Syeikh Mesir. 

Menurutnya, kedua lembaga bersepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang agama dan kebudayaan serta memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. 

"Baznas RI siap berkolaborasi dengan lembaga-lembaga zakat, di tingkat lokal, regional, dan internasional, termasuk Bayt Zakat dan Sedekah Mesir," kata Muchlis M Hanafi di Kairo.

Muchlis juga menegaskan, prinsip dalam pengelolaan zakat yang sering dikemukakan Pimpinan Baznas, yaitu aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.

Sekjen Bayt Zakat, Mayjen Muhammad Amru Lutfi, menyambut baik kunjungan Baznas RI. Dia berharap, peningkatan kerjasama kedua lembaga dalam pengelolaan zakat dapat terwujud dan semakin diperkuat.

Bayt Zakat Mesir adalah sebuah lembaga independen yang didirikan pada 9 September 2014 berdasarkan undang-undang no 123 tahun 2014. Keberadaan lembaga ini berada di bawah supervisi Grand Syeikh Al-Azhar, Prof. Dr. Syeikh Ahmad Al-Thayyib. 

Halaman:

Editor: Melati

Terkini

X