Minyak Goreng Langka : Uang Subsidi Habis Menguap?

- Rabu, 23 Maret 2022 | 15:45 WIB
Net
Net

MoeslimChoice.Minyak goreng curah itu adalah barang subsidi. Dalam seluruh kasus barang subsidi masalah terbesar adalah dana subsidinya tidak cair atau kurang dari kebutuhan. 

Mengapa? Bisa jadi karena pemerintah sudah tidak ada uang untuk subsidi minyak goreng. Menyerah! 

Tapi dalam kasus minyak goreng dana subsidi tidak mungkin habis. Karena dana subsidi minyak goreng dikelola secara terpisah. Jadi dana subsidi minyak goreng seharusnya tetap ada. Kecuali kalau dana ini dipinjam atau dihabiskan oleh menteri Keuangan untuk keperluan lain.

Sebagaimana diketahui bahwa dana subsidi minyak goreng diperoleh dari hasil pungutan ekspor CPO. Pungutan ekspor ini dilakukan oleh badan pemungut bea keluar ekspor. Pungutan ini besarannya ditetapkan oleh menteri keuangan. 

Besaran pungutan berdasarkan harga patokan yang ditetapkan oleh menteri perdagangan. Lalu hasil pungutan digunakan untuk menstabilkan harga minyak goreng dan harga CPO dalam negeri. 

Siapa pengguna dana subsidi ini, tidak lain adalah pengusaha minyak goreng, pengusaha CPO dan pengusaha biodiesel. Jaid subsidi ini dari sawit oleh sawit dan untuk sawit. Jadi berapa pun harga sawit pengusaha tetap untung dengan menjual CPO di dalam negeri. 

Berapa nilai pungutan CPO yang diperoleh oleh badan pemungut tiap tahun? Nilainya bisa mencapai 75-100 triliun. Bergantung pada harga CPO global, besaran pungutan dan harga patokan yang dibuat oleh pemerintah. Semua konon ditetapkan secara berimbang. Makin tinggi harga CPO makin besar perolehan pungutan. 

Jadi tidak mungkin dana subsidi ini kurang dari kebutuhan. Kecuali menteri keuangan dan Menteri perdangan keliru menghitung dan menetapkan formulanya. Atau sengaja berbuat keliru untuk kepentingan tertentu. 

Nah persoalannya sekarang mengapa minyak goreng bisa langka? Besar kemungkinan karena dana subsidinya tidak mengalir. Mengapa tidak mengalir? karena tidak ada uangnya. Mengapa tidak ada uangnya? Bisa jadi karena dana ini digunakan untuk keperluan lain.

Halaman:

Editor: Irma

Terkini

X