Soal Logo Halal Disebutkan Bisnis MUI Terganggu, Zulfery Koto Angkat Bicara

- Selasa, 15 Maret 2022 | 15:15 WIB
Net
Net

MoeslimChoice.Kontroversi label halal yang baru masih terus menjadi perbincangan oleh beberapa kalangan, Aktivis Gerakan Koperasi, Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Ekonomi Syariah dan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan, Zulfery Yusal Koto mempertanyakan beberapa pihak yang terkesan memusuhi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Sedih juga, kenapa ada beberapa kawan yang kuat kesan memusuhi MUI, dalam kontroversi Label Halal BPJPH ini pun ada yang katakan keributan itu karena Bisnis MUI terganggu," dikutip melalui akun Twitter pribadi piliknya, Selasa (15/3/2022).

Padahal, kata dia yang tidak setuju label BPJPH itu bukan orang-orang MUI tapi masyarakat. Menuduh MUI terganggu bisnisnya karena sertifikasi halal kini ditangan pemerintah sangat keliru.

Era MUI sertifikasi halal itu bukan kewajiban, tapi sukarela. Pebisnis yang butuh, bukan MUI yg menawarkan. "Kenapa dituduh membisniskan sertifikasi halal?," tanyanya.

Dia menjelaskan, saat era MUI ada biaya pengurusan Sertfikasi Halal maka dinilaj wajar karena LPPOM MUI yg memeriksa kandung produk bukan modal "bacot dan kertas doang".

Tapi modal SDM di berbagai bidang, peralatan Laboratorium dan lainnya. "BPJPH ini yang modal bacot dan kertas, saya tunjukan," tambahnya.

Banyak yang telah dibangun dan jasa MUI untuk Sertfikasi Halal ini. Bukan hanya bagi RI tapi juga dunia. Tata kerja, sistem, dan proses sertikasi halal MUI telah digunakan sebagai standar dunia untuk Sertfikasi Halal oleh World Halal Council yang beranggota puluhan negara dan lembaga

Untuk menghasilkan sertifikasi halal yang kredible dan diakui dunia, MUI bukan hanya modal kata-kata, tapi membuat sistem, tata kelola, dan investasi SDM dan diperlatan yang tak murah.

"Wajar kalau kemudian Sertfikasi Halal ada biayanya, apalagi harganya tak mahal," tegasnya.

Halaman:

Editor: Irma

Terkini

X