Ketum PBNU Ajak Perwakilan Pendidikan Tinggi Capai Kemuliaan dengan Ilmu Pengetahuan

- Kamis, 9 Maret 2023 | 11:39 WIB
Rakernas Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT-NU) di Medan
Rakernas Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT-NU) di Medan

 MoeslimChoice. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT-NU) dan Konferensi Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama.

Pembukaan kegiatan yang diselenggarakan di Santika Dyandra Convention Center, Medan, Sumatra Utara itu, ditandai dengan penekanan tombol oleh KH Yahya Cholil Staquf dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno didampingi, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, Ketua Badan
Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof KH Yudian Wahyudi pada Rabu (8/3/2023).

Hadir pula Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Utara (Sumut), H Musa Rajekhshah; Kapolda Sumatra Utara, Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak; Wali Kota Medan, Bobby Nasution; Bupati Deli Serdang, H Ashari Tambunan; Wakil Bupati Serdang, Bedagai H Adlin Umar Yusri Tambunan; dan Atase Kebudayaan Kedutaan Arab Saudi.

Dalam sambutannya, Gus Yahya mengajak para perwakilan pendidikan tinggi NU untuk memikirkan ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan sejalan dengan tema Rakernas LPTNU 'Merawat Jagat Membangun Peradaban dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi'.

"Saya ingin mengajak Bapak Ibu Sekalian untuk berpikir ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan," kata Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf di Medan, Rabu (8/3/2023).

Baca Juga: Awal Ramadan 1444 H Bisa Bareng atau Berbeda, Begini Penjelasan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU

Sebab, menurutnya, ilmu pengetahuan tidak bisa hanya dipahami untuk persaingan, melainkan dimandatkan untuk kemuliaan masa depan.

"Kita punya mandat untuk berjuang agar ilmu pengetahuan kita kembangkan untuk kita sumbangkan bagi upaya mencapai kemuliaan bagi masa depan umat manusia," tambah GusYahya.

Hal tersebut sesuai dengan mandat yang ditegaskan Nabi Muhammad saw dalam haditsnya, bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

"Kalau makamarimal (kemuliaan) akhlak bukan hanya Islam saja, mandat Rasulullah itu itmam, bukan sama sekali baru menggantikan yang lama, hanya menyempurnakan," tambahnya.

Sebelum Islam, sudah ada kemuliaan akhlak. Islam berkontribusi menyempurnakan makarim akhlak bagi masa depan bersama dengan elemen lain di tengah kehidupan peradaban umat manusia ini.

"Saya kira ini adalah visi yang layak untuk dikembangkan atas nama Nahdlatul Ulama, karena kalau tidak seperti ini, kita tidak punya atsar (bekas) yang konstruktif untuk kita sumbangkan bagi pergulatan masa depan bersama," ungkapnya.

Oleh karena itu, NU sebagai organisasi yang mengikuti ajaran ulama, maka satu-satunya yang layak untuk diperjuangkan oleh NU adalah kemuliaan masa depan umat manusia. Gus Yahya juga menyampaikan selamat bermusyawarah kepada para hadirin peserta Rakernas.

"Saya ucapkan selamat bermusyawarah kepada para hadirin peserta Rakernas semuanya," kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Baca Juga: Jenguk KH Ali Yafie di Rumah Sakit, Gus Yahya Malah Mendapat Doa

Halaman:

Editor: Melati Tagore

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X