• Minggu, 5 Februari 2023

Puasa Rajab Sunnah, Ini 3 Hadits Dalilnya

- Selasa, 24 Januari 2023 | 12:30 WIB
foto/ilustrasi
foto/ilustrasi

MoeslimChoice. Mulai Senin, 23 Januari 2023, Umat Islam di Indonesia telah memasuki bulan Rajab 1444 Hijriyah. Hal ini berdasarkan ikhbar yang telah disampaikan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), setelah hilal di penghujung bulan Jumadal Akhirah 1444 H berhasil terlihat pada Ahad (22/1/2023) petang.

Di bulan ketujuh tahun Hijriah ini, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak puasa. Hal ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana disampaikan melalui haditsnya, bahwa puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan haram. Sementara Rajab adalah satu di antara empat bulan haram, selain Muharram, Dzulqa'idah, dan Dzulhijjah.

1. Anjuran puasa di bulan haram

 ØµÙÙ…Ù’ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ    

Artinya: "Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!" (HR Abu Dawud dan yang lainnya).

Hadits di atas merupakan anjuran untuk melakukan sekaligus meninggalkan puasa. Maksudnya adalah berpuasa semampunya saja. Hadits tersebut dikutip Sayyid Abu Bakar Syattha', I'ânah at-Thâlibîn, (juz I, halaman 307) seperti dilansir dari NU Online, Selasa (24/1/2023).  


2. Sehari setara dengan sebulan

مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا   

Artinya: "Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa'idah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari."

Halaman:

Editor: Melati

Terkini

Inilah 9 Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang Kaya

Jumat, 3 Februari 2023 | 23:26 WIB

Umar bin Khattab, Sang Jago Gulat di Masa Jahiliah

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:45 WIB
X