Setelah Pesta Halloween, Arab Saudi Akan Legalkan Minuman Keras

- Selasa, 1 November 2022 | 17:35 WIB
foto/net
foto/net

MoeslimChoice. Beberapa hari lalu, publik dibikin heboh dengan berita tentang warga Arab Saudi yang berkostum menakutkan layaknya pesta Halloween di Kota Riyadh dengan tajuk 'Akhir Pekan Menakutkan' (Scary Weekend) yang diselenggarakan pada Kamis-Jumat (27-28/10/2022). 

Seketika jalanan Riyadh Boulevard ramai dipenuhi pengunjung berkostum menyeramkan, dari zombie, monster, penyihir, mumi, perampok bank dan berbagai karakter lainnya. Kamis-Jumat (27-28/10/2022).   

Perayaan Scary Weekend, yang dianggap sebagai pesta Halloween di Riyadh itu, menunjukkan perubahan yang terjadi di Kerajaan Arab Saudi. Sebelumnya, pemerintah setempat akan menangkap siapa saja yang berpikir untuk menghidupkan kembali tradisi Barat ini.  

Pada Oktober 2018, tujuh belas pekerja Filipina di Arab Saudi ditahan pihak otoritas, karena mereka telah melakukan pesta Halloween. Mereka ditahan oleh petugas intelijen yang menggerebek sebuah kompleks di Riyadh. 

Kejadian tersebut direspons Duta Besar Filipina di Riyadh, Adnan Alonto, dengan mengimbau masyarakat Filipina di Arab Saudi, untuk menahan diri dari membuat atau menghadiri acara tanpa izin dari pihak berwenang.

"Selain itu, semua orang diingatkan untuk menghindari kerumunan pria dan wanita, mengkonsumsi minuman keras, dan melakukan tradisi yang terkait dengan agama-agama selain Islam, seperti Halloween, Valentine, dan Natal," katanya, sebagaimana dikutip dari BBC pada Selasa (1/11/2022).   

Perayaan Halloween yang terjadi di Riyadh banyak menuai kritik. Kegiatan yang dulunya dilabeli haram dan siapa pun yang merayakannya akan mendapat sanksi, kini justru dilegalkan. Arab Saudi berubah 180 derajat.

Perubahan itu pun disepakati oleh warga Arab Saudi, Yahya Al Hazzazi, salah satu penggembira pekan menyeramkan itu mengakui, sejak Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) naik tahta di tahun 2015, satu per satu hal yang dulu dilarang dan dianggap tabu oleh pemerintah Arab Saudi, kini diperbolehkan. Kebijakan ini tentu saja disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk anak-anak muda Arab Saudi. 

"Jika kita kembali ke masa-masa itu, perayaan ini tentu saja bukan bagian dari tradisi kami. Tapi kami menyukai dan mencoba hal-hal baru," kata Yahya Al Hazzazi, dilansir dari The New York Times.  

Halaman:

Editor: Melati

Terkini

Doa Sebelum dan Sesudah Makan

Rabu, 8 Februari 2023 | 10:31 WIB

Wajib Tahu, Begini Cara Tayamum Saat di Pesawat

Selasa, 7 Februari 2023 | 13:48 WIB

Inilah 9 Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang Kaya

Jumat, 3 Februari 2023 | 23:26 WIB
X