MoeslimChoice.com. Umat Islam itu harus kuat secara ekonomi dan politik. Supaya umat Islam tetap bisa menjalankan ajaran agama dengan aman dan nyaman. Karena itulah pemuda-pemuda Islam yang melarat dan lemah secara ekonomi dan politik harus berubah.
Dorongan dan saran untuk umat Islam tersebut, disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang dikenal dengan nama Gus Baha melalui akun Youtube Official LP3iA.
Menurut Gus Baha, sikap tawadhu dan qonaah itu memang baik. Hanya saja sikap tersebut, harus ditempatkan pada posisi yang tepat, agar tidak merugikan umat Islam dan agama Islam khususnya.
Baca Juga: Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji 1444 H Resmi Ditutup, 208.819 Jamaah Telah Lunas
"Karena ada hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kalah, harus lewat kemenangan. Ketika menang secara ekonomi, maka bisa membuat aturan," kata Gus Baha, seperti dikutip dari akun youtube official LP3iA, Kamis (18/5/2023).
Gus Baha menyatakan, sikap menerima keadaan miskin dan kalah secara politik sebagai bentuk dari tawadhu dan qonaah, tidak bisa diterapkan secara global. Misal ada umat Islam sakit, maka butuh biaya beli obat dan rumah sakit.
"Terkadang sikap tawadhu dan miskin tidak menyelesaikan masalah. Semisal orang tua dan keluarga sakit, maka butuh biaya pengobatan. Masak bisa selesai dengan ucapan terima kasih saja," tambah Gus Baha.
Baca Juga: Muncul Kabar Desta Gugat Cerai Natasha Rizki Karena Orang Ketiga, Kuasa Hukum Pun Angkat Bicara
Tawadhu dan miskin, kata Gus Baha, jangan dinikmati berlebihan, sehingga nyaman lalu tidak mau menjadi orang yang menang secara ekonomi dan politik.
"Umat Islam harus berada di posisi menang (kaya dan memiliki kekuasaan)," imbuh Gus Baha.
Gus Baha pun mencontohkan Indonesia. Di Indonesia orang shalat nyaman, ngaji nyaman, tidak ada yang melarang. Sebab di antara ciri ridhonya Allah, agama dijadikan kuat.
Baca Juga: MUI Sulsel Kecam Kasus Kakak Hamili Adik Kandung di Makassar
Posisi menang, lanjut Gus Baha, punya sisi penyebab datangnya ampunan Allah, karena membuat agama Allah bisa dilaksanakan dengan baik.
"Menang itu baik, hanya saja jangan maksa dengan jadi teroris. Yang belum ditakdirkan menang secara ekonomi dan politik, jangan maksa. Tiru Wali Songo, caranya halus, tapi tepat sasaran," pungkas Gus Baha.***
Artikel Terkait
Sah kah Shalat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam? Ini Penjelasan Gus Baha
Soal Shalat Witir 3 Rakaat Dua Kali Salam atau 3 Rakaat Sekali Salam, Ini Penjelasan Gus Baha
Siapa Sajakah yang Bisa Mendapatkan Lailatul Qodar? Ini Menurut Gus Baha
Ini Adab Bayar Utang yang Baik dan Adil Menurut Gus Baha, Simak Baik-baik!
Sebaik-Baiknya Ibadah adalah Bekerja, Begini Penjelasan Gus Baha