Jadi saksi, Chuck Putranto Ungkap Ada Provos Bawa Senpi Laras Panjang ke Rumah Dinas FS

- Sabtu, 24 Desember 2022 | 13:30 WIB
foto/net
foto/net

MoeslimChoice. Dalam sidang lanjutan kasus Perintangan penyidikan (Obstruction of Justice) dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarata (Brigadir J), Mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Chuck Putranto hadir sebagai saksi untuk terdakwa Irfan Widyanto. 

Keduanya, Chuck dan Irfan, menjadi terdakwa perintangan penyidikan (obstruction of justice). Chuck mengungkap percakapannya dengan mantan Kepala Biro Provos Divpropam Polri, Brigjen Benny Ali pada 8 Juli 2022, atau sehari setelah Brigadir J dibunuh di rumah dinas Ferdy Sambo. 

Kala itu, Chuck Putranto dihubungi oleh Benny Ali sekitar pukul 17.30 WIB. 

"Benny Ali menanyakan kepada saya posisi saya di mana," kata Chuck Putranto dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), seperti dikutip dari Breaking News TVOne, Jumat (23/12/2022). 

Dalam sidang tersebut, Chuck menjawab pertanyaan Benny Ali, bahwa pada saat itu dirinya masih di kantor. Dia lantas bertanya kepada Benny apakah ada perintah. Namun, saat itu Benny mengatakan tidak ada perintah. 

"Ditutup kembali," tambah Chuck.

Beberapa saat kemudian, Chuck dihubungi oleh Hendra Kurniawan, yang pada waktu itu masih aktif sebagai polisi berpangkat Brigjen dan mengepalai Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divpropam Polri. 

"Beliau juga bertanya hal yang sama, posisi saya di mana," kata Chuck, menceritakan percakapannya dengan Hendra. 

Pada saat itu, Chuck juga mengaku berada di kantor dan siap menerima perintah. Namun, tidak ada perintah juga dari Hendra Kurniawan. 

"Ya, sudahlah," kata Chuck menirukan jawaban Hendra Kurniawan.

Setelah mendapat telepon Hendra, Chuck mendapat informasi dari staf pribadinya, Edwin. 

"Edwin memberitahu saya, ada anggota provos membawa senpi laras panjang ke rumah dinas Ferdy Sambo saat itu," kata Chuck Putranto. 

Kemudian, Chuck menduga ada hal tak biasa di rumah Ferdy Sambo. 

"Dalam pemahaman kami, berarti ada situasional yang genting," tambah Chuck.

Halaman:

Editor: Melati

Terkini

X