MUI Haruskan Semua UUS Jadi Bank Umum Syariah

- Minggu, 25 September 2022 | 09:30 WIB

MoeslimChoice.Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, Unit Usaha Syariah (UUS) semua bank konvensional wajib melakukan spin off. Setelah 13 tahun menikmati relaksasi, spin off merupakan keharusan yaitu pemisahan UUS menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

Keputusan itu diambil dalam Workshop pra Ijtima Sanawi Ketujuh DSN MUI. Pra Ijtima Sanawi merupakan agenda rutin penting DSN MUI selain Rapat Pleno dan Ijtima Sanawi. Kegiatan Pra Ijtima Sanawi menjadi ruang sosialisasi Fatwa Ekonomi Syariah yang telah ditetapkan DSN MUI pada saat Rapat Pleno. Sementara Ijtima Sanawi merupakan kegitan satu hari sebagai seremonial pasca Pra Ijtima yang panjang.

Wakil Ketua BPH DSN MUI Adiwarman Karim menyampaikan bahwa Pra Ijtima Sanawi DSN MUI menyepakati spin off adalah sebuah kewajiban. UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Bank Syariah juga memberikan tenggat waktu spin off sampai Juni 2023.

Ada tiga cara spin off yang bisa dilakukan UUS untuk menjadi BUS. Pertama, Perbankan Induk membangun bank baru untuk dijadikan BUS. Kedua, Perbankan Induk membeli (mengakuisisi) saham sebuah BUS. Ketiga, Perbankan Induk menjual saham UUS yang dimilikinya kepada sebuah BUS.

Adiwarman mengatakan, keberadaan UUS di Indonesia sejak lama menimbulkan pertanyaan dari ulama Malaysia, Yaman, maupun Yordania. Beberapa ulama di Indonesia juga ada yang mengharamkan adanya UUS karena merasa masih tercampur dengan Induknya yaitu Bank Konvensional.

“Dalam beberapa kajian yang disampaikan ulama di Indonesia ada dua kesimpulan, pertama UUS ini hukumnya haram, kalau dibolehkan maka itu hanya bersifat tarjit (tahapan), kemudian setelah itu berdiri sendiri, ” ujarnya dilansir dari laman MUIDigital, Minggu (24/9/2022).

“Ada beberapa hal dalam UUS yang ditoleransi kesyariahannya karena tarjit itu, ini sebuah tahapan untuk bisa mandiri (menjadi BUS), ” imbuhnya.

Dia menyampaikan, toleransi karena tarjit itu ada batasnya. Kalau dihitung berdasarkan UU Nomor 21 Tentang Perbankan Syariah, maka toleransi itu sudah berjalan 13 tahun. Jika dihitung berdasarkan Bank Syariah pertama ada di Indonesia, maka sudah 25 tahun. Maka toleransi tersebut harus dibatasi dengan spin off pada Juni 2023 sesuai UU Perbankan Syariah.

UUS, kata dia, memiliki 21 keistimewaan khusus. Kecukupan modal pada UUS di Indonesia dihitung berdasarkan modal induknya. Padahal, di luar negeri, seperti di Malaysia, berdasarkan modal UUS-nya. Demikian pula yang terjadi pada Batas Maksimum Penyaluran Dana (BMPD) UUS di Indonesia.

Halaman:

Editor: Ida Royani

Terkini

Kemendag Resmikan Nusantara Fashion House di Malaysia

Senin, 6 Februari 2023 | 08:31 WIB

Cegah Plagiarisme, Gambo Muba Didaftarkan HAKI

Rabu, 1 Februari 2023 | 16:00 WIB
X