Singgung Pangandaran, Mendagri Ingatkan Daerah Inflasi Tinggi Terus Lakukan Pengendalian

- Rabu, 7 Juni 2023 | 11:19 WIB
Mendagri Tito Karnavian memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kemendagri, Selasa 6 Juni 2023.
Mendagri Tito Karnavian memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kemendagri, Selasa 6 Juni 2023.


MoeslimChoice.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyebutkan, Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat termasuk daerah dengan inflasi tinggi. Karena itu, menurut Mendagri Tito, jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perlu ke daerah tersebut untuk mengetahui persoalan sekaligus menemukan solusi penanganannya.

Mendagri menekankan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (6/6/2023).

Selain Kabupaten Pangandaran, Mendagri juga menyinggung Kota Cimahi yang mengalami kenaikan harga cabai merah.

“Padahal di daerah-daerah lain cabai merahnya terkendali, tapi ini masih terjadi kenaikan, daerah yang subur, di kelilingi oleh banyak produsen cabai, tapi cabai masih penyumbang inflasi di Cimahi,” kata Mendagri, dikutp MoeslomChoice.com dari laman resmi Kemendagri, Rabu 7 Juni 2023.

Baca Juga: Inflasi Relatif Terkendali, Mendagri: Hasil Kerja Keras Pemerintah Pusat dan Pemda

Mendagri pun mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) yang angka inflasinya masih tinggi segera melakukan langkah pengendalian. Hal ini, kata dia, meski angka inflasi secara nasional per Mei 2023 relatif terkendali sebesar 4 persen, tapi kondisi inflasi di beberapa daerah masih beragam bahkan ada yang di atas angka nasional.

Selain Kabupaten Pangandaran, Mendahri Tito Karnavian juga menyinggung Kota Cimahi yang mengalami kenaikan harga cabai merah.

“Padahal di daerah-daerah lain cabai merahnya terkendali, tapi ini masih terjadi kenaikan, daerah yang subur, di kelilingi oleh banyak produsen cabai, tapi cabai masih penyumbang inflasi di Cimahi,” ujarnya.

Beberapa daerah lainnya yang angka inflasinya masih tinggi seperti di Mukomuko dan Bengkulu Utara, juga disinggung Mendagri. Menurutnya, daerah yang kondisi inflasinya masih tinggi perlu mendapat atensi.

Baca Juga: Gubernur Herman Deru Bersama Korporasi Sepakat Masifkan GSMP dan Tekan Laju Inflasi Daerah  

“Yang masuk dalam daerah-daerah tinggi tadi tolong diatensi, ada 46 kota yang mengalami inflasi di atas inflasi nasional, meskipun ada yang tinggi sekali, ada juga yang kenaikannya tidak terlalu tinggi, tapi yang tinggi sekali perlu menjadi atensi,” tegasnya.

Mendagri dikesempatan itu juga menekankan, Pemda perlu memahami komoditas di daerahnya yang menjadi penyumbang inflasi. Dengan begitu, Pemda dapat melakukan upaya intervensi pengendalian agar harganya stabil.

Pemerintah pusat, kata Mendagri, telah melakukan empat langkah intevensi pengendalian. Hal itu mulai dari memfasilitasi distribusi pangan, gerakan pangan murah, penyaluran cadangan pangan pemerintah khususnya beras, daging ayam, dan telur ayam, serta koordinasi dan harmonisasi terutama terhadap harga gula.

“Yang perlu kita antisipasi adalah kemungkinan akan terjadi perubahan pola demand, karena hari raya nanti Iduladha hari besar tanggal 28/29 Juni 2023. Ini terutama akan terjadi kenaikan demand untuk kurban sapi dan kambing hidup,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Mendagri, perlu juga mengantisipasi terjadi kemarau karena fenomena El Nino. Langkah antisipatif ini penting sehingga tidak terjadi krisis pangan. Kondisi tersebut juga rawan terjadinya kebakaran lahan dan hutan di beberapa daerah.

Halaman:

Editor: Nurheni Gun Maharani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X