Salahnya di Mana, Disubsidi Rp7 Juta per Unit tapi Pertumbuhan Pembelian Motor Listrik Sangat Lambat

- Senin, 22 Mei 2023 | 22:02 WIB
Disubsidi, pembelian motor listrik tetap lamban/Foto bisnisindonesia
Disubsidi, pembelian motor listrik tetap lamban/Foto bisnisindonesia

MOESLIMCHOICE.com-Pemerintah menargetkan penjualan 200.000 unit motor listrik dan 35.900 mobil listrik sepanjang tahun 2023, namun pertumbuhan penjualan sangat lamban.

Karena itu Pemerintah mengevaluasi penyaluran subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp7 juta per unit.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Jakarta, Senin (22/5/2023), bahwa Pemerintah mengevaluasi mengapa subsidi tidak meningkatkan pembelian motor listrik.

Baca Juga: Pemkab Muba Gelar Seminar Nasional Perempuan Kokoh dan Tangguh sebagai Pelopor Anti Kekerasan

“Pertanyaannya, mengapa ada keringanan dari pemerintah tapi disambut seperti itu oleh masyarakat? Ini yang sedang kami evaluasi,” kata Moeldoko.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa setidaknya ada 3 penyebab tak bertumbuhnya pembelian motor listrik di Indonesia, yaitu:

PERTAMA, belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa membei motor listrik diberi subsidi oleh Pemerintah.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Peringati Har i Kebangkitan Nasional Ke-115, Sekda Bacakan Sambutan Menkominfo RI

Aturan ini belum dipahami masyarakat luas karena merupakan kebijakan baru.

Ia menerangkan, Subsidi Pembelian Motor Listrik diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Dua.

Subsidi berupa potongan harga sebesar Rp7 juta untuk pembelian satu unit motor listrik dan berlaku sejak 20 Maret 2023.

Baca Juga: Film 'The Kerala Story' Dianggap Lecehkan dan Hina Islam, Ini Penjelasan Sutradaranya

KEDUA, Platform Sisapira atau Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua, tempat pembelian motor listrik bersubsidi belum tersosialisasi.

KETIGA, Subsidi pembelian motor listrik belum menjadi konsumsi publik.

“Karena kita belum membicarakan subsidi ini di mana-mana, sehingga masih pada bingung dan menunggu,” ujar Moeldoko.

Baca Juga: Kejagung Temukan Kasus Johnny G Plate, dari 4200 Target Hanya 1100 Tower yang Direalisasikan

Pemerintah, lanjut Moeldoko, tak hanya mempertimbangkan posisi masyarakat sebagai pembeli. Pengusaha, khususnya para dealer, kini jadi perhatian Pemerintah. Terutama soal kekhawatiran mereka tentang Ketentuan Restitusi Pajak.

Mengenai restitusi pajak ini, kata dia,  telah dibahas bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Tercatat di Platform Sisapira, per hari ini saja sisa kuota motor listrik tercatat sebesar 199.506 unit, dengan dua unit dalam proses verifikasi, 489 unit dalam proses pendaftaran, dan belum ada unit yang tersalurkan kepada pembeli.***

Editor: Rosydah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X