MUI Kota Bekasi Sikapi Penolakan Rektorat UGM atas Kedatangan UAS

Berita  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 | 11:37 WIB | Adhes Satria

MUI Kota Bekasi Sikapi Penolakan Rektorat UGM atas Kedatangan UAS

Moeslimchoice | Ketua MIUMI Kota Bekasi, Ustadz Wildan Hasan, yang juga Pengurus MUI Kota Bekasi (Komisi Pengkajian dan Penelitian) sangat menyayangkan penolakan Rektorat Universitas Gajah Mada (UGM) terhadap kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS).

“Sangat disayangkan. Kampus yang semestinya terbiasa dengan dialektika dan ramah terhadap perbedaan, tidak dapat ditunjukkan oleh UGM. Sebuah Kampus legend yang menjadi barometer Perguruan Tinggi di Indonesia. Apalagi kegiatannya dilaksanakan di Masjid bukan di ruang kuliah atau aula Kampus. Tentu saja sama sekali tidak ada halangan seorang Ustadz seperti UAS berceramah di Masjid,” ujar Ustadz Wildan prihatin.

Ustadz Wildan yang juga anggota Majelis Tafkir PP Persis, mempertanyakan alasan penolakan Retorat UGM. Sampai saat ini apa motif dibalik pelarangan atau pembatalan tersebut oleh pihak Rektorat UGM tidak begitu jelas. Disebutkan karena ada tekanan dari alumni.

“Ini lucu. Masa kampus bisa disetir oleh alumni. Kecuali alumninya jadi Presiden atau Menteri barangkali bisa di zaman rezim otoriter saat ini. Jika benar, apakah semua alumni UGM menolak UAS?” kata Wildan heran.  

Menurut Wildan, penolakan Rektorat UGM atas UAS adalah musibah besar bagi dunia keilmuan. Musibah yang mengerikan tatkala dunia pendidikan diintervensi terlalu dalam oleh kekuasaan. Siapapun dapat menduga bahwa pembatalan itu lebih karena ada pihak yang tidak menginginkan seorang anak bangsa yang kritis terhadap kedzaliman dan tegak berjalan di atas kebenaran dibiarkan bebas begitu saja.

“Sangat mungkin narasi besarnya tidak keluar dari agenda politik marginalisasi umat Islam dengan isu radikalisme seperti disuarakan selama ini. Jualan radikalisme ini memapar banyak kalangan, termasuk para pejabat di dunia Kampus dan lembaga lembaga pendidikan lainnya. UAS dikategorikan sebagai sosok yang radikal karena berpihak kepada rakyat dan kebenaran,” tandas Founder Rumah Baca 'Baitul Hikmah' Bekasi ini.

Wildan menegaskan, UGM telah kehilangan integritasnya. Karena ilmu sudah disumbat, sangat boleh jadi ke depan UGM bukan lagi kampus favorit untuk menimba ilmu. Ditinggalkan para penuntut ilmu karena mereka tidak mendapati ilmu di sana tapi penjara akal dan kepribadian.

“UAS tidak akan jadi kecil dengan pelarangan itu, bahkan semakin dicintai oleh para penuntut ilmu. Biarkan dan dukung UAS sebagai Universitas berjalan yang menjadi mercusuar penuntun anak-anak bangsa ke arah peradaban yang lebih baik,” ungkap Wildan. (des)


Komentar Pembaca
Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

PendidikanSelasa, 15 Oktober 2019 | 12:47

 Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 16:37

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 20:59

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 17:14

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

PolhukamKamis, 17 Oktober 2019 | 05:55