Kasus Ninoy | Penyidik Periksa Jubir PA 212 dan DKM Al-Falah

Hukum  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 | 10:12 WIB

<b>Kasus Ninoy</b> | Penyidik Periksa Jubir PA 212 dan DKM Al-Falah

Novel Bamukmin

MoeslimChoice | Penyidik Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya hari ini memanggil pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah, Iskandar.

Dia diperiksa sebagai saksi atas kasus penculikan dan penganiayaan terhadap relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng.

"Iya, benar (ada agenda pemanggilan terhadap Iskandar). Agendanya pukul 10.00 WIB," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Selain memanggil Iskandar, penyidik juga akan memanggil satu orang lainnya, yakni Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Chaidir Hasan Bamukmin atau akrab disapa Novel Bamukmin.

Novel akan dipanggil dan diperiksa sebagai saksi atas kasus yang sama dengan Iskandar. Karena, Novel disebut berada di lokasi penganiayaan Ninoy, yakni Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

"Yang bersangkutan ada di lokasi (penganiayaan)," jelasnya.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman, pada Rabu (9/10/2019) kemarin.

Munarman menjalani pemeriksaan selama 11 jam dan dicecar 20 pertanyaan terkait peristiwa penganiayaan terhadap Ninoy dan rekaman CCTV di Masjid Al-Falah.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan 13 tersangka. Ustadz Bernard Abdul Jabbar, Sekretaris Jenderal PA 212, menjadi salah satu di antaranya.

Selain Bernard, polisi juga telah menetapkan beberapa orang lainnya. Tersangka tersebut diketahui berinisial AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R dan Feri.

"Tersangka pertama inisialnya AA, kemudian ARS, YY. Ini (mereka) adalah perannya menyebarkan videonya dan kemudian juga membuat konten-konten berkaitan dengan hate speech di WA grup di sana," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Kantor Polda Metro Jakarta, Senin (7/10/2019).

Selanjutnya, kata Argo, ada tersangka RF dan Baros. Keduanya bertindak menyalin atau mengambil data yang berbeda di dalam laptop korban.

"Dia juga mengintervensi korban dia juga menghapus semua data-data yang ada di HP," ucap Argo.

Selanjutnya, lanjut Argo, ada juga tersangka dengan inisial Insinyur S. Insinyur S, kata Argo, merupakan seorang sekretaris masjid.

Perannya ialah menyalin data di laptop korban. Selain itu, Insinyur S ini melakukan koordinasi dengan Munarman.

"Dia juga dapat perintah untuk hapus CCTV dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian," kata Argo. [yhr]


Komentar Pembaca
Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

PendidikanSelasa, 15 Oktober 2019 | 12:47

 Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 16:37

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 20:59

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 17:14

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

PolhukamKamis, 17 Oktober 2019 | 05:55