Bara Papua | Rusuh Mencari Momentum Sidang Majelis Umum PBB

Nasional  SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 | 00:55 WIB | Ilham Akbar

<b>Bara Papua</b> | Rusuh Mencari Momentum Sidang Majelis Umum PBB

MoeslimChoice | Kerusuhan di beberapa kota dan kabupaten Papua sengaja diciptakan oleh kelompok pro Kemerdekaan Papua. Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan agar bisa dibahas dalam sidang Majelis Umum ke-74 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Amerika Serikat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan kelompok pro kemerdekaan di Wamena menggangkat isu rasisme lantaran ada seorang guru di Wamena yang mengucapkan kalimat rasis terhadap salah satu muridnya. Padahal peristiwa tersebut belum dapat dipastikan kebenaranya. Akibat isu tersebut, massa merusak bangunan dan fasilitas umum. Kerusuhan yang berujung pada bentrokan juga mengakibatkan korban jiwa.

“Diduga kuat aksi mereka untuk mencari momentum agar dapat perhatian dalam sidang umum PBB,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 23/9/19. Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menambahkan, awal pecahnya kerusuhan di Jayapura Senin ini disebabkan oleh sekitar 200-an mahasiswa eksodus asal Papua yang melakukan studi di luar daerah Papua.

Mereka tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) berniat menduduki Universitas Cendrawasih dan mendirikan posko. “Posko itu didirikan dengan tujuan untuk melakukan provokasi, propaganda dan lainya,” jelas Dedi.

Padahal, sambung Dedi, sebagian mahasiswa Universitas Cenderawasih menolak massa AMP tersebut menggelar aksi dan mendirikan posko di kampus mereka. Bahkan Rektor Uncen menolak karena menganggu aktivitas belajar mengajar.

“Mereka sepakat dan kembali ke Jayapura. Diangkut oleh Polri dan TNI keluar kampus secara damai menuju expo Jayapura,” urai Dedi.

Pada saat di Expo Jayapura, lanjut Dedi, secara tiba-tiba oknum dari AMP langsung menyerang petugas dengan berbagai senjata tajam dan batu hingga mengakibatkan enam anggota Brimob mengalami luka berat akibat sabetan benda tajam dan satu anggota TNI meninggal dunia.

“Situasi itulah yang mereka inginkan dan sengaja diciptakan,” terang Dedi.

Dedi mengungkap, karena AMP merupakan kepanjangan tangan Komite Nasional Pembebasan Papua Barat yang terafiliasi langsung dengan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) pimpinan Benny Wenda.

Dari informasi yang diperoleh Kantor Berita Politik RMOL, perwakilan ULMWP yakni Benny Wenda bersama Perwakilan Khusus ULMWP di PBB, Herman Wainggai, Perwakilan ULMWP untuk Uni-Eropa Oridek AP telah berada di Capitol Hill, Gedung Putih Amerika Serikat pada Minggu (22/9) guna menyuarakan penentuan nasib sendiri alias referendum Papua.


Komentar Pembaca