Demo Mahasiswa | Jakarta, Bandung, Tanjung Pinang Sempat Ricuh

Polhukam  SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 | 21:14 WIB | Warni Arwindi

Demo Mahasiswa | Jakarta, Bandung, Tanjung Pinang Sempat Ricuh

MoeslimChoice | Ratusan mahasiswa melompati pagar dan memblokade Jalan Tol S Parman depan Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 23/9/19 malam. Ini adalah salah rangkaian unjuk rasa di berbagai kota di Indonesia.

Aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai kota intinya menolak Rancangan KUHP dan revisi UU KPK serta RUU kontroversial lainnya, Selain di Jakarta, aksi serupa diketahui berlangsung pula di Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Malang, Jombang, Makassar, dan Tanjungpinang. RKUHP sendiri telah disepakati DPR pada tingkat I atau tingkat komisi untuk dibawa dan disahkan dalam Rapat Paripurna.

Beberapa kericuhan tercatat terjadi di Jakarta, Bandung, Jawa Barat dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Di Jakarta sendiri, selepas magrib massa mahasiswa mulai tampak beringas menaiki pagar pembatas dan memasuki Jalan Tol S Parman.

Lebih dari itu, mereka juga memblokade jalan tol. Wallhasil pengendara mobil dari arah Tomang menuju Pancoran dan sebaliknya terpaksa menghentikan lajunya.

Mereka juga berteriak sambil mencari mobil rakyat yang melintas di jalan tol. Akibatnya, kemacetan terjadi pada saat jam pulang kerja.

Aparat kepolisian terus berusaha berteriak menggunakan mobil pengeras suara agar mahasiswa tidak memblokade jalan. "Ayo adik-adik jangan menutup jalan tol, kasihan mereka baru pulang kerja, kasihan ada yang membawa sembako. Ayo adinda jangan tutup jalan tol. Kasih lewat mereka," teriak Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan menggunakan mobil pengeras suara seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, .

Aksi memblokade jalan tersebut terjadi sekitar pukul 19:30 WIB. Selang 20 menit massa mulai kembali membuka jalan tol sehingga kendaraan kembali bisa melintas.

Hingga kini, ratusan massa masih berada dipinggir jalan tol. Sedangkan ribuan mahasiswa masih terus bertahan sambil berteriak revolusi serta semakin memadati Gerbang utama Gedung DPR.

Bahkan mereka juga terus melempari botol air mineral ke arah Gedung DPR sambil mendorong pagar besi.



Komentar Pembaca