Dinilai Tidak Sesuai Syariat, FUI Kecam 2 Adegan di Film The Santri

Islamtainment  SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 | 10:44 WIB | Sunarya Sultan

Dinilai Tidak Sesuai Syariat, FUI Kecam 2 Adegan di Film The Santri

Foto istimewa

Moeslimchoice | Forum Umat Islam (FUI) mengecam film The Santri yang disutradarai Livi Zheng yang tengah menjadi perbincangan pulik. FUI mengecam dua adegan di trailer atau cuplikan film tersebut yang  dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam.

"Pertama, ada adegan santri yang masuk gereja dan yang kedua yaitu adegan dua orang santri yang bukan mahrom berdua-duaan," jelas Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath, Senin (23/9). 

Dikatakannya, dalam aturan Islam keduanya haram dan khusus masalah masuk rumah ibadah agama lain.

"Dalam Mazhab Syafi'i yang digunakan mayoritas umat Islam terlebih juga menjadi mazhab banyak pesantren di Indonesia, itu juga jelas haram hukumnya," ujarnya.

Al Khaththath menilai ada upaya liberalisasi akidah atas nama toleransi agama dalam film The Santri. Padahal, sambungnya, sejak awal Islam sudah memiliki konsep universal terkait akidah, yakni dalam Surat Al Kafirun ayat 6.

Selain itu, Al Khaththath juga menduga ada upaya liberalisasi akhlak dari adegan dua santri berlawanan jenis tengah berduaan. Dia menyebut itu bukan budaya yang hidup di lingkungan pesantren.

"Selama ini pesantren begitu menjunjung tinggi nilai akhlak dan batasan pergaulan," tegasnya.

Dirinya kemudian mengingatkan kembali Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 7 tahun 2005 tentang Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme. Disebutkannya, fatwa tersebut perlu disosialisasikan kembali oleh semua pihak agar akidah dan akhlak umat Islam tetap terjaga.

"Upaya ini juga dalam rangka menyelamatkan lembaga pendidikan khususnya pesantren yang menjadi salah satu benteng umat Islam," jelas Al Khaththath.

Sebagai informasi, Film The Santri merupakan karya yang digagas oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menjadi produser eksekutif bersama Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh.

Film tersebut disutradarai oleh Livi Zheng dan direncanakan tayang pada Oktober mendatang. Sejauh ini, cuplikan film The Santri sudah diunggah akun NU Channel di laman YouTube.

Sebelum FUI, kecaman juga datang dari menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Hanif Alathas. Hanif menganggap film The Santri memuat adegan yang tidak sesuai dengan budaya pesantren dan juga syariat Islam.

Menanggapi kritik tersebut, PBNU sudah angkat suara. Wasekjen PBNU Imam Pituduh mengatakan film The Santri justru mengajarkan tentang kebhinekaan.

Ihwal adegan santri masuk ke dalam gereja, Imam mengatakan itu diambil dari tradisi dan kebiasaan masyarakat pesantren, yakni ater-ater. Tradisi tersebut berupa membagikan makanan kepada orang lain, baik sesama muslim mau pun nonmuslim di Bulan Ramadan.

"Spirit filmnya itu menunjukkan semangat Indonesia dengan kebinekannya, sangat ramah, damai dan toleran," ucap Imam.


Komentar Pembaca