Keluarga Berharap Imam Nahrawi tak Ditahan

Hukum  SENIN, 23 SEPTEMBER 2019 | 09:24 WIB

Keluarga Berharap Imam Nahrawi tak Ditahan

Imam Nahrawi

MoeslimChoice | Syamsul Arifin, adik Mantan Menteri Pemuda dan olahraga, Imam Nahrawi, yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah KONI, mengatakan, pihak keluarga mempertimbangkan untuk mengajukan praperadilan atas kasus yang menjerat kakaknya itu. Syamsul juga berharap Imam tidak ditahan.

"Untuk praperadilan, kami masih pertimbangkan. Tetapi, yang jelas, pihak keluarga menghormati prosedur hukum. Yang lebih penting lagi, kita harus memegang asas praduga tak bersalah, itu yang paling penting," kata Syamsul saat ditemui wartawan di Sidoarjo, Minggu (22/9/2019).

Ia menambahkan, saat ini setidaknya ada 99 advokat yang menawarkan diri untuk mendampingi proses hukum Imam Nahrawi.

Keluarga, selaku pihak yang akan menyiapkan pengacara, memilih dulu siapa dari 99 orang itu yang mendampingi Imam dalam proses penyidikan hingga ke pengadilan.

"Dalam waktu dekat ini, ada tim yang koordinir khusus, fokusnya di Jakarta sementara ini dari berbagai unsur, berbagai daerah, terutama dari Jatim untuk membela Mas Imam," ujarnya.

 

Hanif Dhakiri

Hanif Dhakiri ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga.

Hanif menggantikan Imam Nahrawi yang mengundurkan diri karena menjadi tersangka KPK.

"Presiden sudah menandatangani keppres pemberhentian Imam Nahrawi dan sudah menandatangani keppres pengangkatan Hanif Dhakiri sebagai Plt Menpora," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019).

Hanif Dhakiri merupakan politisi dari PKB, rekan separtai Imam. Hanif kini menjabat Menteri Tenaga Kerja.

Adapun Imam Nahrawi menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai Mempora pada Kamis (19/9/2019).

 

Sudah Dijadwalkan

Sementara itu, penyidik KPK sudah menjadwalkan pemanggilan Imam Nahrawi. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, berharap, Imam dapat kooperatif memenuhi panggilan tersebut.

"Saya sudah cek ke tim bahwa dalam waktu tidak terlalu lama tersangka Menpora juga akan dipanggil. Kami harap ada sikap kooperatif nanti saat dipanggil oleh penyidik," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (20/9/2019).

Namun demikian, Febri mengaku belum mengetahui kapan Imam akan diperiksa.

Ia mengatakan, jadwal pemeriksaan Imam harus disesuaikan dengan kepentingan para penyidik.

Adapun dalam kasus ini KPK telah memeriksa enam orang saksi, yaitu lima orang pejabat KONI dan seorang pihak swasta bernama Alverino Kurnia.

KPK menetapkan Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam kasus dana hibah Kemenpora kepada KONI pada Tahun Anggaran 2018 karena diduga menerima suap senilai Rp 26.500.000.000.

"Total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, Rabu (18/9/2019).

Di samping itu, KPK juga mendalami dugaan suap terkait kewenangan-kewenangan lain dan posisi-posisi lain dari Imam. [yhr]


Komentar Pembaca