Teror Karhutla | Ini Data BNPB Terkait Kabut Asap dan Tingkat Bahayanya

Nasional  SABTU, 21 SEPTEMBER 2019 | 09:45 WIB | Warni Arwindi

<b>Teror Karhutla</b> | Ini Data BNPB Terkait Kabut Asap dan Tingkat Bahayanya

MoeslimChoice | Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan cakupan luas hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2019. Totalnya mencakup 328.724 hektare hutan dan lahan.

Sejumlah provinsi yang selama ini mengalami bencana kabut asap tentu saja masuk di data itu. Terutama di Sumatera dan Kalimantan.

“Luas lahan terbakar terbanyak ada di Provinsi Riau, yaitu mencapai 49.266 ha,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 20/0/19.  Selanjutnya, kata dia, menyusul provinsi lainnya.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan mencakup area seluas 44.769 hektare. Sedangkan di Kalimantan Barat karhutla meliputi area seluas 25.900 hektare, di Kalimantan Selatan area karhutla seluas 19.490 hektare, di Sumatera Selatan 11.826 hektare lahan, dan di Jambi 11.022 hektare lahan.

Menurut BNPB, jumlah titik panas per Jumat pukul 09.00 WIB dilaporkan sebanyak 5.086 se-Indonesia. Paling banyak di Kalteng dengan 1.443 titik panas, disusul Kalbar (1.384), Jambi (695), Sumsel (532), Riau (187), dan Kalsel (169).

Di Kalteng, indeks standar pencemar udara tercatat 344 menunjukkan bahwa konsentrasi pencemar udara sudah dalam kategori berbahaya. Kualitas udara di Sumsel juga menurun dengan indeks standar pencemar udara 302, termasuk kategori berbahaya. Sementara indeks standar pencemar udara di Riau tercatat 226, menunjukkan udara dalam keadaan sangat tidak sehat, sementara di Kalbar dan Jambi indeks standar pencemar udaranya masing-masing 177 dan 154, termasuk dalam kategori tidak sehat.

Warga di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, turut merasakan kabut asap. Bahkan, menurut Sujar, salah seorang aktivis di Pulang Pisau, warga di sekitarnya sempat menggunakan masker akibat kabut asap. Namun ia mengakui bahwa untuk Jumat, 20/09/19 kondisinya tidak terlalu parah.

“Tidak terlalu parah untuk hari ini. (Warga sempat pakai masker) beberapa hari yang lalu. Saat ini sudah ndak lagi,” ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla hingga 30 September 2019 mendatang. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah ditetapkan sebagai Komandan Penanganan Darurat Bencana sesuai arahan presiden.

Pada Kamis sore, 19/09/19 di Palangkaraya, Pemprov Kalteng dan pihak terkait melaksanakan rapat penanganan darurat bencana karhutla di Kalteng dan telah dibahas serta diputuskan langkah-langkah operasi selanjutnya bersama seluruh pihak terkait.


Komentar Pembaca
Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

PendidikanSelasa, 15 Oktober 2019 | 12:47

 Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 16:37

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 20:59

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 17:14

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

PolhukamKamis, 17 Oktober 2019 | 05:55