Gara gara Kasat Lantas Polresta Depok, Kapolri Diminta Pecat Kapolda Metro Jaya

Daerah  JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 16:49 WIB

Gara gara Kasat Lantas Polresta Depok, Kapolri Diminta Pecat Kapolda Metro Jaya

Moeslimchoice - Kelompok Aktifis Jaringan Ibukota (KAJI) meminta Kapolri dan Kabid Propam Polri memeriksa dan memecat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddi Pramono karena dianggap plin plan terkait Pembatalan ST/808/IX/KEP/2019 Tanggal 12 September 2019 yang berisi pembatalan rotasi Kasat Lantas Polresta Depok.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi Windi Jaya Sukma selaku koordinator mengatakan, pihaknya sangat aneh ketika Kapolda Metro Jaya yang memegang tongkat pemimpin tinggi di kepolisian di Metro Jaya mengambil keputusan plin plan. 

Dimana Kapolda mengeluarkan dua telegram dalam kurun waktu dua hari. Dua telegram Kapolda Yaitu  Nomer ST/808/IX/KEP/2019 Tanggal 12 September 2019 dan Telegram nomer ST/809/IX/KEP/2019 tanggal 13 September 2019 tentang Mutasi dan Pembatalan Mutasi Jabatan di Internal Kepolisian Wilayah Hukum Polda Metro Jaya.

" Munculnya dua Telegram Kapolda tersebut menimbulkan indikasi adanya intervensi dan dugaan Jual Beli Jabatan Di internal tubuh Kepolisian. Karena itu pihaknya akan melakukan unjuk rasa pada Senin (23/9/2019)," tutur Windi Jaya Sukma Jumat (20/9/2019).

Karena itu, Windi Jaya Sukma mendesak agar  Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian Mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddi Pramono sebagai ganjaran tindakan inkonsistensi dalam hal penentuan Rotasi jabatan internal Polda Metro Jaya sebab ibu Kota memerlukan figur pimpinan polisi yang konsisten dan berintegritas dalam menjaga keaman Ibu kota.

Meminta KADIV Propam Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kapolda Metro Jaya atas indikasi adanya intervensi dan indikasi Jual beli Jabatan Dilingkungan Polda Metro Jaya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Meski telah dilayangkan surat telegram Kapolda Metro Jaya untuk kepindahan atau mutasi seorang Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo ke Bekasi sebagai Wakasat Polres Metro Bekasi Kota, hal itu tidak dapat membuatnya beranjak dari jabatanya.

Semula telegram Kapolda Metro bernomor : ST/808/IX/KEP/2019 tanggal 12 September 2019 dimana tercantum di urutan 19 berbunyi keterangan jika Kompol Sutomo dimutasi sebagai Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi Kota menggantikan posisi Kompol Mustamal. Sedangkan posisinya digantikan oleh AKP Lalu Hedwin Hanggara. 

Nah, batalnya mutasi Sutomo tertuang dalam telegram Kapolda Metro Jaya nomor : ST/809/IX/KEP/2019 tanggal 13 September 2019, menerangkan bahwa Kasatlantas Polresta Depok Polda Metro Jaya yang semula diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota diralat/dibatalkan dan masih tetap menduduki jabatan semula.

Surat telegram pembatalan itu muncul kurang dari 24 jam dari TR awal. Sehingga hal tersebut memunculkan berbagai pertanyaan. 

Melalui kejadian ini diduga mengindikasikan bahwa setiap kebijakan dari pimpinan Polri dapat dipatahkan oleh pihak  yang dianggap memiliki pengaruh lebih dari anggota-anggota lain. 

Beberapa kesempatan baik pejabat Humas Mabes Polri maupun Polda Metro, selalu mengatakan jika sebuah mutasi merupakan sesuatu hal yang biasa sebagai langkah penyegaran dalam sebuah organisasi.

Hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol argo Yuwono Ketika dikonfirmasi melalui pesan tertulis (WA) belum bersedia memberikan jawaban. 

Sungguh sangat disayangkan, jika dengan mudahnya seorang pejabat di lingkungan Kepolisian dapat merubah bahkan membatalkan keputusan dari pimpinan.(Ang)


Komentar Pembaca