Asap Makin Pekat, 5 Penerbangan di SMB II Terpaksa Delay

Tentang Sumsel  JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 16:10 WIB | Rahmad Romli

 Asap Makin Pekat, 5 Penerbangan di SMB II Terpaksa Delay

MOESLIMCHOICE. Meluasnya lahan yang terbakar membuat kabut asap di Kota Palembang makin pekat terutama pagi hari. Dampaknya, lima penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang terpaksa dibatalkan akibat jarak pandang yang tidak memungkinkan.

Angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari arah Timur – Tenggara dengan kecepatan 4-20 Knot (7-36 Km/Jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutbunla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

Sumber dari LAPAN Tanggal 19 September 2019 tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Timur - Selatan Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni pada wilayah SP Padang, Banyu Asin I, Pampangan, SP Padang, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, dan Mesuji.

Intensitas Asap (Smoke) umumnya meningkat terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (01.00-07.00 WIB) ini dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut. Fenomena Asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara yang dihasilkan dari proses pembakaran, hal ini berpotensi diperburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi (partikel basah/uap air) sehingga membentuk fenomena Kabut Asap (Smog).

Akibatnya terjadi perubahan yang signigfikan. Pada Kamis (19/9) kemarin, jarak pandang  yang tercatat di Bandara SMB II Palembang bisa mencapai 10 kilometer (Km).

Namun pada Jumat (20/9) pagi jarak pandang hanya mencapai 700 hingga 1000 meter dengan kelembapan 85-94 persen. Kondisi cuaca asap (Smoke) langsung berdampak pada 5 penerbangan yang mengalami delay.

BMKG Sumatera Selatan menghimbau untuk berhati-hati dalam bertransportasi pada pagi hari (04.00-07.00 WIB) dan pada sore hari (17.00-19.00 WIB) seiring potensi menurunnya jarak pandang, senantiasa menggunakan masker dan mengkonsumsi banyak air.

Sementara Kadinkes Sumsel Lesty Nurainy menjelaskan, kondisi asap dengan skala tidak sehat tejadi dalam dua atau  hari ini. Dimana sebelumnya skala kabut asap di Sumsel adalah sedang dan baik.

"Untuk mencegah terjadinya penyakit akibat kabut asap ini kita harus banyak minum air putih dan makan buah. Kemudian kondisi juga sangat rentan pada bayi, lansia serta penderita jantung," jelas Lesty. [rhd]

 

 


Komentar Pembaca
Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

PendidikanSelasa, 15 Oktober 2019 | 12:47

 Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 16:37

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 20:59

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 17:14

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

PolhukamKamis, 17 Oktober 2019 | 05:55