Anies Diusulkan Mekarkan Direksi Bank DKI

Ekonomi  JUMAT, 20 SEPTEMBER 2019 | 10:24 WIB

Anies Diusulkan Mekarkan Direksi Bank DKI

Ilustrasi

MoeslimChoice | Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diusulkan memekarkan posisi direksi Bank DKI. Hal ini untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.

Demikian dikatakan pengamat kebijakan publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

“Memasuki era revolusi industri 4.0, Bank DKI harus menyiapkan diri, mulai dari sumber daya manusia, infrastruktur serta teknologi media telekomunikasi," kata Amir.

Salah satu caranya dengan memekarkan jabatan Direktur Operasional menjadi dua, yakni Direktur Operasional dan Direktur Teknologi.

"Direktur Kredit juga harus dikembangkan menjadi dua, yakni Direktur Kredit dan Direktur Keuangan," ujar Amir.

Amir memperkirakan, langkah pemekaran posisi direksi Bank DKI tersebut bakal memperoleh restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Namun dalam pelaksanaan, pemekaran Bank DKI juga harus berkoordinasi dengan OJK," ucap Amir.

Pemekaran posisi direksi, kata Amir, bisa mengurangi beban bertumpuk di Direktur Kredit dan Direktur Operasional.

"Gubernur DKI sebagai pemegang saham mayoritas bersama Pasar Jaya diharapkan bisa mengeksekusinya tahun depan," tegas Amir.

Apabila pemekaran direksi diterapkan pada 2020, maka seluruh BUMD milik Pemprov DKI yang memiliki jaringan dengan Bank DKI bisa langsung bersinergi.

Misalnya, kerjasama Bank DKI dengan Pasar Jaya. Di mana Pasar Jaya bisa menerbitkan edaran kepada para pedagang yang tersebar di 153 pasar tradisional untuk menjadi nasabah Bank DKI.

Dengan menjadi nasabah Bank DKI, maka para pedagang bisa dibantu dalam hal permodalan dan usaha.

"Contoh baik seperti kerjasama Ancol dengan Bank DKI," tutup Amir. [yhr]


Komentar Pembaca