Layanan Kesehatan yang Sakit

Oleh FADILAH RAHMI (Mahasiswi FKIP UMSU)

Kesehatan  KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 13:15 WIB

Layanan Kesehatan yang Sakit

Ilustrasi

ISLAM telah mengatur bahwa keamanan, pendidikan, dan kesehatan adalah hak dasar bagi setiap individu manusia yang wajib disediakan dan dijamin oleh negara.

Bahkan, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa dari kalian yang bangun pagi dalam keadaan hatinya aman/damai, sehat badannya dan memiliki makan hariannya maka seolah-olah telah dikumpulkan dunia untuk dirinya.”

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa ketersediaan akan hak dasar tersebut bagi seseorang membuat dirinya seperti memperoleh dunia secara keseluruhan.

Jaminan atas kesehatan merupakan salah satu kewajiban negara yang wajib diberikan kepada setiap rakyat tanpa memandang status sosial.

Penyediaan layanan kesehatan seperti klinik dan rumah sakit merupakan fasilitas publik yang substansinya merupakan kemaslahatan bagi rakyat.

Namun, baru-baru ini masyarakat begitu dikejutkan dengan kenyataan pahit bahwa pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, yang kemudian dialihkan menjadi kewajiban rakyat, kini semakin mencekik masyarakat dengan direncanakannya kenaikan iuran.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang katanya sebagai fasilitas yang diberikan pemerintah guna membantu masyarakat dalam hal pengobatan, faktanya seperti lintah darat yang semakin memeras rakyat.

Dilansir dari berbagai media pada Senin (9/9/2019), dalam usulannya ke DPR, pemerintah ingin iuran kepesertaan BPJS Kesehatan bagi kelas Mandiri I naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per peserta per bulan, kelas Mandiri II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000, sedangkan untuk kelas Mandiri III menjadi Rp 42.000 dari sebelumnya Rp 25.500.

Di tengah kegalauan yang dialami masyarakat, kini mereka semakin dibuat kecewa oleh wakil-wakil rakyat yang dihasilkan oleh sistem kapitalis ini.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, meminta masyarakat memahami rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Dengan kenaikkan itu, Moeldoko tak ingin masyarakat beranggapan sehat itu  murah. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa sehat itu mahal dan perlu perjuangan.

Di sistem ini kesehatan memang sesuatu yang mahal, namun bukan karena rakyat tak menyadari hal tersebut membuat mereka terkena penyakit, bahkan rakyat sangat menyadarinya.

Mahalnya kesehatan merupakan dampak pemeliharaan negara yang buruk terhadap hak dasar rakyat.

Di samping itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menegaskan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak akan menyusahkan masyarakat miskin. Justru, menurutnya, pemerintah selalu berupaya membantu masyarakat kelompok kecil.

Pernyataan ini tidak sesuai fakta di lapangan, nyatanya masyarakat menengah ke bawah bahkan sudah mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan, apalagi sampai harus membayar iuran yang semakin memberatkan beban mereka.

Kondisi-kondisi semacam ini memang wajar saja terjadi, mengingat Indonesia masih menerapkan sistem kapitalis neoliberalisme yang cenderung melahirkan pejabat-pejabat negara yang tidak berempati terhadap penderitaan rakyat dan lepas dari tanggung jawabnya.

Dalam Islam, negara berfungsi sebagai pemelihara dan menjaga masyarakat melalui penerapan sistem Islam.

Salah satunya adalah menjamin kesejahteraan termasuk di bidang kesehatan, dengan murah bahkan gratis.

Pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid bahkan disedikan 800 dokter di kota Baghdad. Bahkan, tersedia klinik kesehatan keliling yang memeriksa setiap masyarakat Muslim maupun non-Muslim dengan gratis. [yhr]


Komentar Pembaca
Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

Ditolak UGM, UAS Tenang: Kalo Saya Marah, Umat Meledak!

PendidikanSelasa, 15 Oktober 2019 | 12:47

 Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Kebakaran Hebat Terjadi di Dekat Rumah Kapolri

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 16:37

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Ternyata Rumah Milik Ortu Kapolri Ikut Terbakar

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 20:59

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Api Berhasil Dipadamkan, Rumah Kapolri Selamat

Tentang SumselSelasa, 15 Oktober 2019 | 17:14

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

PolhukamKamis, 17 Oktober 2019 | 05:55