Ibu Kota Baru | Bambang Brodjo Sudah Bertemu Orang Sukanto Tanoto

Nasional  KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 07:30 WIB | Warni Arwindi

<b>Ibu Kota Baru</b> | Bambang Brodjo Sudah Bertemu Orang Sukanto Tanoto

Lahan ibu kota baru masih berupa hutan dan kebun.

MoeslimChoice | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengaku sudah menemui petinggi Grup Asia Pacific Resources International Holdings Ltd (APRIL), perusahaan milik Sukanto Tanoto. Bambang juga menyebut Sukanto Tanoto sebagai penguasa lahan di lokasi ibu kota baru itu.

Kajian Bappenas menyebutkan kawasan pusat pemerintahan akan menempati lahan seluas 5.644 hektare yang saat ini konsesinya masih dipegang PT Itci Hutani Manunggal (IHM). Kelompok usaha Sukanto Tanoto kini menguasai perusahaan tersebut. Masa konsesi hutan tanaman industri IHM berakhir pada 2042.

Menurut Bambang, tim Bappenas ingin memastikan pemilik lahan konsesi di wilayah calon ibu kota negara kelak. “Saya sudah bertemu dengan kelompok Sukanto Tanoto. Mereka penguasa tanah di sana,” kata Bambang, Selasa, 10 September lalu.

Dia bilang, selain pusat pemerintahan, ibu kota baru juga akan mengembangkan sejumlah fasilitas. Ia menyebut antara lain perumahan aparat sipil negara, fasilitas pendidikan dan kesehatan, kampus, pusat riset, gelanggang olahraga, dan museum. 

Fasilitas-fasilitas itu akan berada di lahan seluas 42 ribu ha. Sedangkan konsesi lahan untuk kawasan itu juga masih dipegang IHM dan berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Jadi, baik lokasi pusat pemerintahan maupun fasilitas pendukungnya berada di Sepaku, Penajam Paser Utara, dengan luas hampir 50 ribu ha. Sedangkan luas total kawasan yang disiapkan tak kurang dari 100 ribu ha.

Bambang bilang, yang 100 ribu ha itu berada di dua kabupaten, Penajam dan Kutai Kartanegara. Dihitung-hitung, luas totalnya setara dua kali DKI Jakarta sekarang ini.

Tapi, berdasarkan kajian tim Badan Geologi, struktur tanah di wilayah ini dinyatakan tidak memungkinkan lantaran banyak endapan batu bara dangkal. Rencana tersebut juga mendapat banyak penolakan dari aktivis lingkungan karena Bukit Soeharto adalah kawasan konservasi.

Juru bicara Grup APRIL, Agung Laksamana, membenarkan kabar bahwa eksekutif Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah bertemu dengan tim Bappenas pada akhir Agustus lalu. Namun saat itu manajemen belum membahas kompensasi penggantian investasi konsesi hutan tanaman industri Itci Hutani Manunggal.

Menurut Agung, IHM memang menjadi pemasok strategis RAPP sehingga penetapan wilayah lokasi ibu kota akan berpengaruh terhadap investasi perusahaan bubur kertas itu. “Kontribusi hasil produksi IHM signifikan,” kata Agung.

Pada 2018 produksi kayu di konsesi itu tercatat mencapai 1,1 juta ton. Sebagian besar kayu HTI mengalir ke pabrik RAPP di Riau.

Informasi yang telah beredar menyebutkan, saham mayoritas IHM sebesar 90 persen dikuasai oleh kelompok usaha milik Sukanto Tanoto. sisanya 10 persen masih dipegang Badan Usaha Milik Negara PT Inhutani. Lahan yang akan dipakai sebagai lokasi ibu kota baru mencapai 47 ribu hektare dari total 161.127 ha konsesi IHM.


Komentar Pembaca