Bibit Dakwah

Oleh KH M. CHOLIL NAFIS

Kajian  SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 10:02 WIB

Bibit Dakwah

KH M. Cholil Nafis

RELIGIOSITAS masyarakat Indonesia berkembang pesat, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta.

Sehingga, permintaan penceramah sangat meningkat, karena banyak acara dan kesempatan yang membutuhkan penceramah.

Mulai acara sebelum kelahiran, kematian, hingga acara kenegaraan. Bahkan, acara pesta pun mengadakan pengajian yang membutuhkan penceramah.

Bahkan, kini penceramah diperlukan untuk program yang bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja.

Sebab, media dakwah dapat diakses dan diproduksi di mana saja dan kapan saja. Bahkan, ada yang sengaja memproduksi ceramah dan nasihat singkat untuk konten media sosial.

Realitanya, kini kita dihadapkan pada fenomena ustaz-ustaz yang dibesarkan oleh media sosial.

Celakanya, kadang kala penceramah itu tak banyak mengerti Islam, bahkan bacaan Alquran-nya pun belum fasih.

Sementara orang-orang yang sudah mumpuni di bidang agama terlalu 'tawadhu' untuk tampil di depan umum atau 'narsis' agar eksis memberi pencerahan.

Kondisi ambigu inilah yang menggugah saya untuk melatih dan membibit penceramah agar memenuhi kualifikasi cukup ilmu dan mampu berbicara di depan umum dan di depan kamera. Berikutnya akan diorbitkan kepada publik.

Sementara ini, sudah banyak yang meminta kepada saya untuk mengirimkan penceramah milenial untuk kepentingan program di televisi atau mengisi konten media online. Bahkan juga sekadar untuk diorbitkan di media online dan televisi.

Pada Sabtu, 14 September 2019, Pesantren Cendekia Amanah yang kami asuh bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan organisasi massa Arus Baru Indonesia dalam mengadakan pelatihan dai milenial bagi pemuda yang berumur di bawah 30 tahun. Tujuannya, untuk mencari bibit dai dan penceramah yang akan dikader dan diorbitkan.

Pelatihan diisi oleh penceramah yang sukses meniti kariernya mulai audisi sampai menjadi langganan televisi, seperti Ustaz Azhari Nasution hingga penceramah kondang Ustaz Ah Lulung Mumtazah.

Ada juga sesi psikologi dakwah oleh Dr. Thobieb al-Asyhar; sesi pemahaman Islam Wasathi oleh Shalahuddin, M.Si; wawasan kebangsaan oleh Asrori S. Karni, M.Si; dan sebagai Keynote Speaker adalah Dr. Lukmanul Hakim, M.Si.

Berharap tumbuh kader dakwah dan dai yang memberi pemahaman Islam yang wasathi, berwawasan kebangsaan, dan mencerahkan pada kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara. [yhr]


Komentar Pembaca