Ketika Bamsoet dan Airlangga Duduk Semeja

Polhukam  SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 | 08:20 WIB | Sugiharta Yunanto

Ketika Bamsoet dan Airlangga Duduk Semeja

MoeslimChoice | Dua kandidat ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) terlihat akrab di acara Malam Penghargaan Caleg Golkar 2019-2024 Terpilih. Usai cipika-cipiki dan berpelukan saat tiba di Grand Ballroom Ritz Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, keduanya duduk satu meja.

Di meja itu juga ada tokoh senior Golkar Akbar Tandjung, Agung Laksono, dan Aburizal Bakrie. Airlangga, yang merupakan ketum petahana, menjelaskan bahwa kontestasi merupakan hal biasa. Para mantan ketum Golkar juga berhubungan baik hingga sekarang.

"Partai Golkar ini kan satu, tentu kontestasi ini sesuatu yang biasa, tadi kan satu meja juga ada Pak Akbar, Pak Agung, kemudian juga Aburizal Bakrie," ujar Airlangga di Hotel Ritz Carlton, Minggu, 15/9/19.

"Dan dalam periode ini kan, dalam empat tahun ini lima tahun ini, Pak Aburizal jadi ketua umum, Pak Agung jadi ketua umum, Pak Akbar pernah jadi ketua umum, jadi kita cair aja," imbuhnya menambahkan.

Airlangga menjawab singkat saat wartawan bertanya apakah ada komitmen bersama dengan Bamsoet agar persaingan keduanya sehat. "Tentu kita jaga soliditas partai, tadi kita mengingatkan bahwa kita ini bersatu, seluruh DPP hadir, seluruh caleg hadir," demikian Menteri Perindustrian itu.

Lantas apa kata Bamsoet? Ia mengaku ia sudah meminta izin kepada Ketum Airlangga Hartarto yang disebut-sebut akan menjadi kandidat petahana.

"Saya sudah bertemu dengan Pak Airlangga dan sudah izin untuk maju sebagai calon Ketum Partai Golkar. Beliau mempersilakan," kata Bamsoet usai acara di Ritz itu

Dia bilang, sudah berkomitmen untuk bersaing tanpa menimbulkan perpecahan di internal Golkar. Bamsoet juga menegaskan, pertemanannya dengan Airlangga tidak akan retak apapun hasil Munas kelak. "Kita berjanji akan bertanding secara demokratis dan terbuka," tegasnya.

Menurut dia, persaingan di tubuh Golkar adalah hal biasa. "Tapi toh kita bersahabat. Tetap kita sama-sama menjaga agar Partai Golkar tidak pecah," tandasnya.


Komentar Pembaca