Thareq Habibie Jelaskan Mengapa Pakai Tutup Mata

Islamtainment  MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 | 04:20 WIB | Ilham Akbar

Thareq Habibie Jelaskan Mengapa Pakai Tutup Mata

MoeslimChoice | Putera bungsu almarhum BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie menjawab keingintahuan banyak kalangan tentang tutup mata (eye patch) yang ia kenakan. Penutup mata sebelah kanan itu mulai menjadi perhatian publik saat Thareq menyampaikan  keterangan kondisi BJ Habibie sebelum meninggal dunia di RSPAD Jakarta Pusat.

Penutup mata selama ini dikenal dalam kisah-kisah bajak laut berpenutup mata. Ada pula figur Yahudi yang terkenal dengan tutup mata sebelah kirinya: Moshe Dayan

Sedangkan Thareq bilang, mengenakan penutup mata lantaran penyakit diabetes. Diabetes itulah yang menyebabkan matanya mengalami perubahan tekanan atau dikenal dengan glaucoma.

"Sekarang once and for all (sekali saja dan untuk semuanya), saya jelasin di depan TV bahwa saya itu kan sebetulnya diabetes. Diabetes itu mengakibatkan saya jadi glaukoma. Glaukoma adalah di mana di mata terjadi perubahan tekanan," kata Thareq di Kediaman BJ Habibie, Sabtu, 14/9/19.

Kalau tekanannya membesar, di bagian belakang cahaya akan masuk, lantas retina terjepit sehingga sel-selnya rusak. "Seratus persen udah hancur. Di sini saya buka ya. Biar orang bilang saya nggak katarak atau apa," sambungnya.

Dia mengaku mengalami gangguan pada matanya sudah bertahun-tahun, sehingga dirinya harus menggunakan penutup mata dan seolah berpenapilan nyentrik. "Cuma kalau gini saya enggak ngelihat apa-apa. Cahaya pun nggak kelihatan. Kalau saya buka gini, saya lihat kalian tuh lebih buram, enggak bisa tajam," urai dia.

"Saya baru begini udah 3 tahun, 3,5 tahun. Saya udah terbiasa ngelihat ini. Begitu terbuka setengah kabur. Kalau ketutup begini, saya bisa fokus," lanjut Thareq menjelaskan.

Thareq menepis berita bohong yang beredar bahwa dirinya mendapatkan donor kornea dari mendiang sang ibu Ainun Hasri atau BJ Habibie sebelum meninggal dunia.

"Kalau mengenai kornea itu, itu juga enggak bener. Memang mereka donor. Tapi waktu ibu saya meninggal di Jerman, karena saking buru-buru, jadi belum sempat diambil. Kalau bapak saya lebih lagi. Orang saya ada di situ, siapa yang ngambil? Kita langsung bawa ke kamar jenazah, mandin, bawa ke sini. Banyak datang belasungkawa," tutur dia.

Dia pun berharap agar masyarakat tidak gampang percaya atas berita bohong itu. "Jadi entah siapa yang buka hoax. Saya udah selalu bilang jangan percaya siapa siapa yang media-media yang kayak gitu-gitu percaya sama kalian nih yang asli berita nih. Jangan yang palsu-palsu berita," tutupnya.


Komentar Pembaca