Kisah Leader QNET Keluar Karena Melihat Membernya Minum Baygon Akibat Frustasi

Hukum  KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 | 23:00 WIB | Agoeng M Eros

Kisah Leader QNET Keluar Karena Melihat Membernya Minum Baygon Akibat Frustasi

Moeslimchoice- Cerita ini ditulis oleh seseorang dengan nama akun Andi Sidomulyo Ikhlas yang mengirim curhatan nya langsung ke Kapolres Lumajang melalui direct message di situs pertemanan Facebook. Andi bercerita bahwa dulunya ia adalah salah satu member di perusahaan Q-NET.

  Dirinya menjadi leader Q-NET saat masih berkuliah di kota Kediri. Meskipun sudah mulai bergelimang harta karena bisnis tersebut, namun hati kecilnya menjerit saat melihat fakta bahwa kebanyakan orang yang ia tipu adalah orang yang kurang mampu. Dirinya dan para leader lain juga mengaku memilih calon mangsa selalu dari latar belakang kurang pendidikan, anak baru lulus sekolah yang memiliki sifat labil, maupun mereka yang ingin mencari pekerjaan.

  Disaat hingar bingarnya menjadi leader, ia berani keluar dari bisnis tersebut karena tak kuat melihat penderitaan membernya. Bahkan yang paling parah ia pernah melihat secara langsung membernya yang frustasi meminum baygon untuk mengakhiri hidupnya.

  Di akhir curhatan nya tersebut, dirinya berpesan kepada Kapolres Lumajang agar tetap melanjutkan perjuangan memberantas bisnis tersebut sampai ke akar akarnya. Ia siap mengumpulkan para leader yang lain sebagai saksi guna membantu perjuangan merobohkan bisnis yang ia sebuat sebagai gankster Q-NET.

  Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang juga merupakan putra daerah Makassar tersebut mengatakan sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan salah satu mantan leader tersebut. “Kemarin saya mendapat pesan singkat dari salah satu mantan leader di bisnis Q-NET yang intinya siap membantu dalam pemecahan kasus ini. Saya berharap para korban dan seluruh masyarakat Indonesia juga berpihak kepada Tim Cobra, agar tak ada lagi korban lain yang berjatuhan” tegas pria yang menyelesaikan studi S1 di UNS Solo, S2 di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta dan S3 di Uiversitas Padjajaran Bandung.(Ang)


Komentar Pembaca