Wanita Penerbang Pertama N250 Ini Kagumi Visi Habibie

Nasional  KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 | 12:34 WIB

Wanita Penerbang Pertama N250 Ini Kagumi Visi Habibie

Esther Gayatri

MoeslimChoice | Esther Gayatri mengenang sosok Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie seperti orang tuanya sendiri. Esther mengaku kehilangan sosok BJ Habibie.

Kenangan itu masih dirasakan Esther hingga melayat ke rumah duka Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie, di Jalan Patra Kuningan XIII, Blok L XV Kav 5, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Esther merupakan perempuan pertama sebagai co-pilot prototipe Gatotkaca N250 pada Agustus 1995. Dia menyebut, saat itu mendapatkan dukungan penuh dari BJ Habibie.

Pilot lulusan Swayer School of Aviation di Phoenix, Amerika Serikat, ini mengingat saat 34 tahun lalu sempat tidak diterima di sejumlah perusahaan. Akhirnya Esther muda bertemu dengan BJ Habibie.

"Beliau seorang visioner, karena surat keputusannya masih saya simpan, bahwa Esther diterima sebagai test pilot di PT Nurtanio, padahal waktu itu saya masih baru," kata Esther.

Esther mengaku bertemu terakhir dengan BJ Habibie sekitar tiga tahun yang lalu selepas pulang pendidikan di Kanada. Saat bertemu pun BJ Habibie seringkali memberikan sejumlah nasihat kepadanya.

Seperti halnya dalam keselamatan menguji coba pesawat. Dalam pertemuan terakhir tersebut keduanya juga sempat membahas mengenai ide pembuatan pesawat R80.

"Saya mendapat berkat banyak hal dari beliau, dan beliau juga menasihatkan mengenai test flight pesawat-pesawat," ucapnya.

Untuk diketahui, nama Esther sempat populer kembali pada 2017 karena melakukan uji coba pada pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Pesawat itu dipiloti Esther, didampingi kapten Adi Budi Atmoko sebagai first officer.

Pesawat N219 itu adalah buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). Sebelum diterbangkan, pesawat tersebut sudah melakukan rangkaian pengujian pada 9 Agustus 2017 lalu. [yhr]


Komentar Pembaca