Ini Kata Syahroni Soal TPU Penggilingan Jakarta Timur

Polhukam  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 20:39 WIB | Ida Iryani

Ini Kata Syahroni Soal TPU Penggilingan Jakarta Timur

Syahroni saat meninjau TPU Penggilingan/ida

Moeslimchoice- Menjalani kinerja sebagai wakil rakyat Syahroni anggota Dewan terpilih dari Fraksi PAN Dapil 4 Cakung ,Penggilingan Jakarta Timur adakan kunjungan ke Taman Pemakaman Umum di wilayah PIK Jakarta Timur, Rabu (11/9/2019).

"Ini merupakan salah satu janji kampanye waktu Pemilu kemarin, ada beberapa PR (Pekerjaan Rumah) yang menurut saya sangat urgent yaitu masalah pemakaman," kata Syahroni

Sesuai take line-nya Gubernur  DKI, lanjut dia, yaitu "Maju Kotanya Bahagia Warganya", maka ketersediaan tempat pemakaman adalah salah satu hal yang sangat penting sekali. Pasalnya, setiap hari pasti ada yang berpulang ke Rahmattullah tapi di Penggilingan ini lahan TPU-nya sudah overload. Akibatnya, yang tidak ada keluarganya yang dikuburkan terlebih dahulu tidak bisa di makamkan di TPU tersebut.

"Jadi di yang dimakamkan di sini sekarang ini sistim tumpuk dan apabila ada warga yang meninggal namun tidak ada keluarganya yang terlebih dahulu dimakamkan di TPU ini, maka jenazah yang bersangkutan tidak bisa dimakamkan di sini. Mereka harus mencari TPU lain. Ini yang harus dan sangat kita perhatikan,"ujar Syahroni.

Hal senada juga disampaikan Kepala Satuan Pelaksana TPU  Zona 19 Jakarta Timur, Muhaemin. Ia mengungkapkan, daya tampung TPU PIK Penggilingan, Jaktim saat ini memang sudah over load.TPU seluas 1,2 hektar tersebut mestinya hanya bisa menampung 2.100 petak makam. Tapi kini jumlah petak makam yangf ada sudah mencapai 6.302. 

"Jumlah petak makam disini memang sudah  over load dan saat ini hanya bisa melayani pemakaman tumpang. Bagi warga yang tidak bisa sistem tumpang karena belum ada anggotanya keluarganya yang dimakam di TPU ini, maka kami rujuk ke TPU  Layur, yang kondisinya juga kurang lebih sama," katanya.

Sebetulnya, ungkap Muhaemin, pihaknya sudah mengusulkan ke Pemda untuk agar disediakan lahan pemakaman baru, namun sampai saat ini belum ada solusinya. Untuk itu, dia berharap agar Syahroni yang juga warga setempat dan sekarang menjadi anggota dewan dapat membantu agar harapan warrga tersebut secepatnya bisa dipenuhi.

"Sebelumnya kami bersama LMK se-Kelurahan Penggilingan bersama warga pernah mengajukan sebuah lahan dekat RPTRA Pulo Indah seluas 8.000 meter. Sudah ditindak lanjuti oleh kepala dinas tapi ditolak oleh masyarkat setempat karena aksesnya dekat dengan pemukiman warga,"ujar Muhaimin.

"Kami berharap Pemda segera memperhatikan Polemik TPU di Penggilingan ini, sehingga kebutuhan pemakaman terlayani dengan baik dan warga Betawi di sini pun tidak usah jauh-jauh memakamkan sanak keluarganya lagi. Setiap harinya kurang lebih ada 12 jiwa yang meninggal dunia yang harus disediakan tempat pemakamannya," tandas dia. [agn]


Komentar Pembaca