Balon Bupati Ini Menolak ‘Pake’ PDI-P

Polhukam  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 09:34 WIB

Balon Bupati Ini Menolak ‘Pake’ PDI-P

Ilustrasi

MoeslimChoice | Yoko Priyono, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, memastikan tidak akan mengambil formulir penjaringan Bakal Calon (Balon) Bupati atau Wakil Bupati di PDI Perjuangan (PDI-P).

Alasannya, ia masih memegang etika dalam berpolitik. Hal itu ditegaskan Yoko, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, PDI Perjuangan cukup potensial menjadi kendaraan dalam Pilbup nanti. Akan tetapi, Pungkasiadi —yang kini menjadi pucuk pimpinan di DPC PDI Perjuangan— membuat ia harus berpikir berbeda.

“Pak Pung itu sebagai Ketua DPC. Tidak mungkin saya harus ikut berebut rekom,” ungkapnya.

Bagi dia, mengambil formulir pendaftaran penjaringan di PDI Perjuangan justru melanggar etika dalam berpolitik.

“Saya pastikan tidak akan lewat PDI Perjuangan. Itu etika yang saya pegang teguh,” papar Yoko.

Selain itu, mantan kepala Dinas Perizinan Kabupaten Mojokerto ini menegaskan, ia yang sudah mendapat restu dari sejumlah parpol, harus menjaga kesantunan.

Diakuinya, terdapat sejumlah parpol yang memberikan sinyal atas pencalonannya dalam Pilbup 2020 nanti.

Sedikitnya, enam partai politik yang sudah memberikan respons positif. Yakni, PPP, Gerindra, PAN, Nasdem, PKS, dan Hanura. Mereka sudah berulang-ulang melakukan komunikasi politik untuk mengusung Yoko.

“Kalau saya mendaftar, tentu saya harus mendapat izin mereka. Tetapi, sampai sekarang, belum ada kabar,” tambahnya.

Jika didukung enam parpol tersebut, maka Yoko akan mendapatkan “tiket” yang melimpah. Karena, sudah tembus hampir 40 persen dari batas minimal mengusung kandidat sebanyak 20 persen dari kuota kursi di DPRD.

Yoko memastikan, jika dirinya tak mencalonkan melalui PDI Perjuangan bukan disebabkan minder dan sia-sia.

“Bukan karena pesimistis. Saya hanya menjaga etika. Berpolitik itu harus santun,” pungkasnya.

Saat ini, PDI Perjuangan sudah mendapatkan tiga figur yang mendaftar. Mereka adalah Wabup Pungkasiadi dan Purwo Santoso. Keduanya akan berebut rekom Calon Bupati.

Sedangkan Firman Effendi, yang kini menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Mojokerto selama dua periode, mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati. [yhr]


Komentar Pembaca