Airlangga Mau Munas Partai Golkar Jadi Arena Konsolidasi

Polhukam  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 | 07:59 WIB | Ida Iryani

Airlangga Mau Munas Partai Golkar Jadi Arena Konsolidasi

MoeslimChoice | Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada Desember 2019 mendatang diharapkan menjadi momentum konsolidasi bagi partai berlambang beringin itu. Terlebih pasca Pemilu 2014, Partai Golkar mengalami konflik internal berkepanjangan yang membuat partai beringin itu seakan terbelah. Dualisme, saling klaim kepengurusan hingga aksi pemecatan terhadap kader, membuat Golkar seolah sibuk dengan urusan internal.

"Munas yang akan digelar Desember mendatang diharapkan menjadi momen untuk konsolidasi partai dalam upaya membangun persatuan di internal Golkar," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Selasa, 10/9/19. Golkar, sambungnya, perlu membangun persatuan di internalnya agar terbangun soliditas yang kuat.

"Upaya membangun persatuan di internal Golkar tersebut penting guna memperkuat solidaritas partai," ujarnya. Dengan soliditas yang kuat, Airlangga meyakini Golkar akan semakin jaya.

"Hal ini bertujuan agar Golkar tetap menjadi partai besar dan diperhitungkan," ujar Airlangga.

Sebelumnya, saat menerima deklarasi dukungan Sahabat Muda Airlangga Hartato (SMART) di Four Season Hotel, Jakarta, Sabtu, 24/8/19 lalu, Airlangga juga menyinggung perihal yang sama. Dia bilang, Golkar telah tiga kali menggelar Munas yang menimbulkan perpecahan luar biasa di internal.

Saat ini, adalah momentum yang tepat bagi Golkar untuk melakukan konsolidasi dan memperkuat soliditas partai. “Kalau kita cinta Partai Golkar, kalau kita ingin Partai Golkar besar, dan kita tidak ingin dikerdilkan oleh yang lain," kata Airlangga.

Pasca Pemilu 2014, konflik internal membuat partai beringin seperti sibuk dengan urusannya sendiri. Gejolak mulai mereda setelah terpilihnya Setya Novanto sebagai ketua umum. Namun, belum lama kepemimpinannya berjalan, Golkar kembali diguncang prahara politik. Novanto ditangkap Komisi  Pemberantasan Korupsi (KPK) atas sangkaan korupsi.

Kepemimpinan Golkar kemudian beralih ke tangan Airlangga melalui Musyawarah Nasional Luar biasa (Munaslub) tahun 2017. Banyak kalangan memprediksi raihan suara Golkar bakal anjlok pada Pemilu 2019. Namun, dibawah kepemimpinan Airlangga, Golkar ternyata mampu meraih kursi terbanyak kedua di parlemen.


Komentar Pembaca