Anies Baswedan Apresiasi Langkah Taman Impian Jaya Ancol yang Terus Lestarikan Budaya Indonesia

Wisata  MINGGU, 08 SEPTEMBER 2019 | 19:00 WIB | Ilham Akbar

Anies Baswedan Apresiasi Langkah Taman Impian Jaya Ancol yang Terus Lestarikan Budaya Indonesia

Moeslimchoice- Pagelaran Wayang Kulit menghibur pengunjung Pasar Seni Ancol, dalang cilik Barata Wicaksana menjadi pembuka gelaran bertajuk "Pandawa Kumpul" di Panggung Utama Pasar seni pada pukul 20.00 WIB, Sabtu malam (7/9/2019).

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan turut hadir bersama pengunjung menyaksikan seni budaya jawa tersebut. Dalam kata sambutannya, Anies menyampaikan apresiasinya kepada Manajemen Taman Impian Jaya Ancol, PEPADI dan para pendukung lainnya yang terus mengembangkan seni budaya asli Indonesia, salah satunya seni wayang kulit. 

Diharapkan Ancol dibuat rutin, tidak hanya sekali tetapi berkali-kali dalam setahun, dan jadikan Pasar Seni menjadi tempat untuk rujukan kesenian yang tumbuh dan berkembang.

Anies menambahkan bahwa Kedepannya Jakarta benar-benar menjadi rumah dalam berkegiatan seni, apalagi seni pewayangan.

Pagelaran wayang menjadi salah satu cara mengerti karakter antar individu dan kelompok. Pesan-pesan kemanusiaan, dakwah, dan sosial disalurkan dengan cara yang sangat halus, masuk kedalam pikiran dan batin, hal ini sangat dibutuhkan di Jakarta yang merupakan Kota yang menjadi simpulnya persatuan Indonesia. Oleh karena itu diharapkan agar Ancol, Balaikota dan tempat lainnya rutin menyelenggarakan pagelaran semacam ini yang dapat mendorong persatuan bagi masyarakat.

Teuku Sahir Syahali, Direktur Utama Taman Impian Jaya Ancol dalam kata sambutanya berbahasa jawa halus mengutarakan bahwa konten seni dan budaya di Pasar Seni akan terus ditambah jumlahnya sehingga dapat menjadi tempat referensi kesenian tradisional Indonesia. Dan pagelaran wayang kulit ini merupakan salah satu wujud kepedulian Ancol dalam rangka turut mengembangkan kebudayaan Indonesia khususnya Jawa. 

Sementara Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), Kondang Sutrisno turut memberikan apresiasi dan mendukung Pasar Seni sebagai wadah pengembangan budaya Indonesia, khususnya wayang kulit.

Dalam lakon Padawa Kumpul yang di dalangi oleh Ki Sri Kuncoro semalam mengisahkan tentang para kurawa merekayasa untuk menguasai negara Astina, Pandawa Lima yg sedang dikucilkan oleh para kurawa, dan beranggapan Pandawa tidak bisa kembali lagi selama bertahun tahun.


Komentar Pembaca