Polisi Gandeng Interpol Cari Veronica Koman Relawan Ahok Provokator Mahasiswa Papua

Hukum  RABU, 04 SEPTEMBER 2019 | 21:00 WIB

Polisi Gandeng Interpol Cari Veronica Koman Relawan Ahok Provokator Mahasiswa Papua

Moeslimchoice - Polda Jawa Timur menambah daftar tersangka kasus provokasi yang terjadi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Kali ini Veronika Koman dinyatakan sebagai buronan polisi karena membuat konten bernada hoax dan provokasi di akun media sosialnya.

“Ya jadi untuk saudari VK, hari ini sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim. Itu pun sama, dari akun Twitternya, yang terus menyampaikan narasi, foto, video, baik bersifat provokatif maupun berita hoax,” ujar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di kantornya, Jakarta, Rabu (4/9).

Dedi menjelaskan, gerak gerik Veronika sudah dipetakan sejak awal. Informasi dari Polda Jawa Timur, setidaknya ada 5 konten unggahan yang dipastikan hoax. Unggahan itu dibuat dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Isi kontennya sendiri seperti menyebutkan pemuda Papua dibunuh maupun ditembak. Adapula ajakan agar Papua merdeka. Konten-konten seperti ini sedang didalami oleh aparat.

“Ada beberapa jejak digital yang masih didalami. Masih ada yang didalami di Jakarta dan beberapa yang memang ada di luar negeri. Itu masih didalami laboratorium forensik digital,” tambah Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut ada perbebdaan penanganan kasus antara Veronika dan Benny Wenda. Veronika memang diketahui berada di luar negeri, namun statusnya masih WNI. Berbeda dengan Benny yang berada di luar negeri dan sudah memiliki kewaeganegaraan baru.

“Nanti dari Interpol akan membantu untuk melacak yang bersangkutan (Veronika), sekaligus untuk proses penegakan hukumnya. Nanti akan ada kerja sama dengan police to police,” pungkas Dedi.

Sebelum isu Papua, nama Veronica Koman pernah hangat diperbincangkan pada pertengahan 2017. Sejak memimpin orasi yang menuntut pembebasan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, sosoknya mulai menghiasi berbagai media.

Pasalnya, orasi yang ia suarakan di depan Rutan Cipinang itu membuat panas telinga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo karena dianggap kebablasan.

Dalam orasinya untuk membela Ahok, Veronica Koman mengatakan bahwa rezim Joko Widodo (Jokowi) lebih parah dari rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wanita kelahiran Medan, 14 Juni 1988 itu memang dikenal keras dalam memperjuangkan berbagai hal terkait hukum.

Lulusan Hukum Internasional universitas swasta di Jakarta itu sudah lama aktif sebagai aktivis.

Tak cuma terkait isu Papua, Veronica Koman juga menjadi pengacara untuk para pencari suaka. Kliennya banyak yang berasal dari Afghanistan dan Iran.

Mereka dibantu Veronica Koman untuk mendapat status pengungsi dari Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) sesuai hukum internasional yang mengatur.(Ang)


Komentar Pembaca