Info Haji 2019

Kurang Memuaskan, Kemenag Akan Evaluasi Penyelenggara Haji Khusus yang Tak Penuhi Standar

Nasional  SELASA, 03 SEPTEMBER 2019 | 18:05 WIB

Kurang Memuaskan, Kemenag Akan Evaluasi Penyelenggara Haji Khusus yang Tak Penuhi Standar

foto/net

Moeslimchoice. Kementerian Agama (kemenag) akan mengevaluasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang dinilai tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Seperti dikatakan oleh Kepala Bidang Pengawasan PIHK, Abdul Muhyi usai melepas keberangkatan terakhir jamaah haji khusus menuju Tanah Air di Bandara Prince Mohammed Bin AbdulAziz Madinah, Ahad (1/9) malam Waktu Arab Saudi (WAS).

Ia mengatakan, bahwa permasalahan yang muncul pada musim haji tahun 2019 M/1440 H terkait dengan haji khusus adalah pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM) pada pelayanan akomodasi/hotel juga apartemen transit dan pelayanan masyair (Armuzna).

"Ada beberapa PIHK yang menempati hotel yang kurang dari standar pelayanan yang ditetapkan," ujarnya.

Ia menuturkan, bahwa Kemenag telah menetapkan bahwa akomodasi yang harus disediakan oleh PIHK minimal hotel bintang 4, namun saat di lapangan, ditemukan penurunan bintang hotel yang semula bintang 4 ternyata tahun ini telah beralih menjadi bintang 3, sehingga dipandang kurang representatif untuk jamaah haji khusus.

"Kita catat, nanti setelah operasional ini akan kita evaluasi dan mungkin ada pengenaan sanksi. Kita akan lihat sperti apa evaluasinya. Bisa teguran bisa juga pencabutan atau pembekuan," tuturnya.

Muhyi mengatakan, Kemenag senantiasa mengawasi pelayanan PIHK kepada Jamaah haji khusus meliputi lama masa tinggal di Arab Saudi, pelayanan bimbingan ibadah, pelayanan transportasi, pelayanan akomodasi/Hotel, apartemen transit, pelayanan katering, pelayanan kesehatan, penanganan jamaah sakit/meninggal dan pelayanan Masyair (Armuzna). 

Selain itu juga dilakukan pengawasan terhadap jamaah haji yang menggunakan visa mujamalah/furoda yang pada tahun ini terdata sebanyak 3.076 jamaah.

Ia mengatakan, bahwa berdasarkan hasil pengawasan di Arafah Muzdalifah dan Mina, tenda-tenda yang diperuntukkan bagi jamaah haji khusus itu masih terlalu padat.

Muhyi mencatat juga bahwa pada tahun 2019 M/1440 H sebanyak 16.881 jamaah haji khusus telah diberangkatkan oleh 270 PIHK yang tergabung dalam 167 konsorsium/pemegang bendera.

"Pemulangan jamaah haji khusus sebanyak 497 penerbangan dengan rincian 112 penerbangan melalui Madinah dengan jumlah sebanyak 3.551 jamaah dan melalui Jeddah sebanyak 385 penerbangan dengan jumlah 13.330 jamaah," tuturnya.

Sedangkan jumlah Jamaah haji khusus yang meninggal di Arab Saudi, ia mencatat ada 24 jamaah wafat, yang berasal dari 22 PIHK dengan rincian 2 jamaah meninggal di Madinah, 2 di Mina, 1 di Jeddah dan 19 di Makkah.

Kemudian jamaah haji khusus yang masih dirawat di Arab Saudi ada 7 jamaah yang berasal dari 7 PIHK dengan rincian 1 jamaah dirawat di Madinah dan 6 jamaah dirawat di Makkah.

Terkait dengan jamaah yang masih dirawat tersebut, Ali Machzumi, Kasi Pengawasan PIHK Daker Madinah menjelaskan, akan memonitor perkembangan kondisi kesehatan jamaah tersebut sampai layak terbang ke Tanah Air. 

"Dalam sisa waktu operasional ini kami akan melakukan monitoring kondisi jamaah yang sakit tersebut di RS dan komunikasi dengan PIHK untuk persiapan kepulangan bila kondisi kesehatan jamaah sudah memungkinkan pulang ke Tanah Air," ujarnya. [mel]


Komentar Pembaca