Menguji Ide Bamsoet: Kementerian Kebahagiaan

Kajian  SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 14:15 WIB

Menguji Ide Bamsoet: Kementerian Kebahagiaan

Bambang Soesatyo

Pertama dan utama jangan pada ketawa. Dosa. Tapi kita patut bersyukur bisa juga ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berwacana. Jarang loh.
 
Tidak main main ide ini keluar dari isi kepala seorang wakil rakyat yang menurut pengakuannya konon hasil adopsi inovasi di Uni Emirat Arab. Mari kita uji idenya. Kita harus uji Bamsoet menuliskan satu halaman penuh di wall facebooknya mungkin? atau surat kabar terkait. Apakah ini gagasan murni spontan seorang Bamsoet ? Atau benar benar hasil studi bandingnya di Uni Emirat Arab?

Sambil menunggu Bamsoet bereaksi, kita telisik  dulu apa dan Bagaimana Bahagia itu? Dan untuk apa bahagia? Ini Pertanyaan ilmiah. Kita semua tanpa pendidikan tinggi paham. 

Bahagia itu mensyukuri apa yang ada menurut fasun kata kata bijak dalam ajaran agama pun diajarkan begitu. Baik masyarakat UEA dan masyarakat kita sistem nilainya sama. Sepakat apa itu bahagia.

Lalu pertanyaan kedua,  Bagaimana kita bahagia dengan mensyukuri apa yang ada? Nah, di sini jadi soal mendalam jika akal kita dihadapkan pada pertanyaan,- bagaimananya? 

Apakah kita apple to apple ukuran bahagia masyarakat UEA dan masyarakat Indonesia? Coba buat list daftar bahagia tiap kepala keluarga Anda sekarang. Atau gini deh, audit saja Program Keluarga Harapan (PKH) sejak jaman Pak SBY sampai Jokowi? Bagaimana Pak Bamsoet sudah dilakukan?

Kita belum masuk ke pertanyaan pamungkas. Untuk apa kita bahagia? Lebih ekstrem lagi terkait ide Bamsoet. Untuk apa Kementerian Bahagia itu ada? Anyway, kita apresiasi jika ini bagi Bamsoet hanya wacana genit. Tapi saya berharap lebih dari seorang Bamsoet sang pemimpin palu kebijakan wakil rakyat.  Jadikan ini wacana intelek dikit dong pak. Dikit aja. Pakai landasan teori dikit gitu. Atau fakta yang melatarbelakangi. Boleh dong?

Seperti saya mengusulkan ke Pak Jokowi yang mengusung sekuritisasi jalan tol saya usulkan sekuritisasi komoditas dilebur Bapebti ke Bapepam agar program nasional kita, Sistem Resi Gudang jalan. 

Kasih modal kerja Bursa Berjangka Jakarta naik kelas dirawat pemerintah pusat. Ini contoh saja. Jangan tersinggung ya pak, kalau sekadar wacana. Mubazir. 

Soemantri Hassan (Pemerhati Kebijakan Publik)


Komentar Pembaca
Korupsi: Extra Ordinary, Ordinary, atau Orderan
Taichan Mengalir

Taichan Mengalir

22 Sep, 2019 | 04:09

Heboh Sendiri

Heboh Sendiri

21 Sep, 2019 | 07:34

Shankly Dixie

Shankly Dixie

20 Sep, 2019 | 04:16

Perbedaan Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah
Deislamisasi, Sejarah Islam Diamputasi