Dampak Rusuh terhadap Wisata Papua

Wisata  SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 11:45 WIB | Warni Arwindi

Dampak Rusuh terhadap Wisata Papua

Wisatawan asing di Raja Ampat | G Sumariyono

MoeslimChoice | Sejumlah agen perjalanan wisata yang tergabung dalam Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Papua melaporkan kerugian sekitar Rp300 juta akibat  penurunan kunjungan wisatawan usai aksi unjuk di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu.

 

Ketua DPD Asita Papua Iwanta Perangin-Angin mengatakan kondisi tersebut membuat wisatawan memilih untuk menunda perjalanannya ke provinsi di ujung timur Tanah Air itu. Iwanta bilang, kerugian yang harus ditanggung oleh agen perjalanan wisata di Papua mencapai Rp300 juta. Kerugian paling besar dirasakan oleh mereka yang menawarkan paket wisata ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Papua.

“Setiap agen perjalanan wisata itu seharusnya bisa menjual sampai dengan 20 paket wisata [per hari], harga satu paket biasanya sekitar Rp7 juta,” ungkap Iwanta, Jumat, 23/8/19.

Namun, sambungnya, penurunan kunjungan wisatawan ke Papua juga terjadi karena masa puncak kunjungan sudah berakhir pada pekan lalu. Selain itu, Festival Lembah Baliem yang menjadi salah satu atraksi wisata unggulan di Papua sudah berlangsung pada 17—19 Agustus.

Kunjungan wisatawan ke Papua secara keseluruhan masih didominasi oleh kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 80% dari total kunjungan. “Berbeda mungkin dengan Papua Barat yang seimbang persentasenya antara wisatawan mancanegara dan domestik karena kepopuleran destinasi wisata Raja Ampat,” kata Iwanta.

Soal Papua Barat memang diakui oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dia bilang, jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata, seperti Raja Ampat hingga Papua Barat tidak berubah.

"Raja Ampat hingga Papua Barat aman dan kondusif. Sehingga wisatawan tak perlu khawatir ketika berkunjung ke Papua. Kondisi Papua saat ini aman dan tetap kondusif untuk iklim pariwisata," kata Arief Yahya di sela-sela kunjungan kerja di Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 23/8/19.

Arief Yahya mengatakan meski beberapa hari terakhir terjadi gejolak di Papua, namun saat ini belum ada satu negara pun yang mengeluarkan travel advisor atau imbauan untuk tidak berkunjung ke Indonesia.

"Kami mengimbau kepada wisatawan untuk tidak perlu khawatir dengan kondisi di Indonesia saat ini sangat aman," kata Arief Yahya.


Komentar Pembaca
BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

PolhukamKamis, 17 Oktober 2019 | 05:55

<b>Kabinet Jokowi</b> | Satu Kepala Daerah Jadi Menteri

Kabinet Jokowi | Satu Kepala Daerah Jadi Menteri

PolhukamRabu, 16 Oktober 2019 | 12:51

Purna Tugas Sebagai Mendikbud, Muhajir Puji Jokowi Setinggi Langit
 Kebakaran di Kampung Kapolri, Hanya Menyisakan Baju Di Badan

Kebakaran di Kampung Kapolri, Hanya Menyisakan Baju Di Badan

Tentang SumselRabu, 16 Oktober 2019 | 14:12

 Biar Muratara Makin Aman, Ini Solusi Dari HD

Biar Muratara Makin Aman, Ini Solusi Dari HD

Tentang SumselSabtu, 19 Oktober 2019 | 14:47

Pameran Dagang Internasional “Trade Expo Indonesia” Digelar di ICE BSD
Wahana Baru “Snowbay Kids  Pool” Baru Saja Diluncurkan
Kaisar Naruhito Mulai Bertakhta di Jepang

Kaisar Naruhito Mulai Bertakhta di Jepang

InternasionalSelasa, 22 Oktober 2019 | 08:27

Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Mentawai

Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Mentawai

DaerahSelasa, 22 Oktober 2019 | 07:34

Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah

Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah

PolhukamSelasa, 22 Oktober 2019 | 07:30