Tomat Hitam, Superhero Penangkal Kanker dan Diabetes

Kesehatan  SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 15:10 WIB

Tomat Hitam, Superhero Penangkal Kanker dan Diabetes

Usaha budidaya tomat hitam di Lembang, utara Bandung, Jawa Barat

MoeslimChoice | Walau menjanjikan peluang pendapatan lebih tinggi, usaha budidaya tomat berwarna hitam —disebut juga tomat indigo— masih mengalami tantangan, terutama pengembangan segmen pemasarannya.

Masyarakat harus lebih mengenal lagi manfaat tomat hitam, agar menjadi lebih banyak yang mengetahui lalu berminat mengkonsumsinya.

Di antara manfaaat tomat hitam, yakni dianggap kaya zat antosianin —bahan pada buah dan sayur yang dinilai dapat menangkal penyakit diabetes, kanker, bahkan obesitas.

Pembudidayaan tanaman tomat hitam diketahui sudah dilakukan di Kecamatan Lembang, utara Bandung, Jawa Barat, oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Kementerian Pertanian dan sebuah usaha pertanian di Cihideung.

Namun, sejauh ini, dikabarkan akses pemasarannya masih terbatas kepada pasar ritel, itu pun dalam jumlah yang belum besar.

Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Komoditas Agro (APKA) Jawa Barat, Muchlis Anwar, di Bandung, Jumat (23/8/2019), menyebutkan, tomat hitam memang belum begitu dikenal di pasaran, baik di pasar tradisional maupun pasar modern atau ritel.

Tak heran, di wilayah Bandung Raya pasaran tomat hitam belum mendapat respons pembeli, karena masih langka di pasaran.

Menurut Muchlis Anwar, masih belum begitu dikenalnya tomat hitam, juga disebabkan konsumen masih ragu akan manfaat.

“Ada baiknya, pihak-pihak terkait pemasaran dan kesehatan, dapat lebih gencar memberikan pemahaman keunggulannya kepada para konsumen,” ujarnya.

Disebutkan, persoalan pokok belum banyaknya masyarakat yang mengetahui dan memahami manfaatnya, membuat pemasaran hitam belum dapat terdongkrak.

Tak heran, baik dari pemasaran maupun usaha tani, budidaya tanaman tomat masih berupa tomat umum berwarna merah maupun tomat cherry karena karakteristik dan tampilannya.

Gambaran serupa dilontarkan pengurus pertanian BBPP Lembang, Dadan Seftia Gumilar, yang sehari-harinya mengurus pula budidaya tanaman tomat hitam di balai besar tersebut di Lembang.

Promosi lebih gencar diharapkan mampu membuat masyarakat mengetahui dan meminati tomat hitam, karena manfaat kesehatannya.

Disebutkan, saat ini harga tomat hitam hasil panen dihargai Rp 20.000/kg atau turun dibandingkan harga semula.

Namun pemasarannya memang masih terbatas, baik ritel penjual maupun volume yang diperdagangkan, sehingga boleh dikatakan masih sebagai produk ekslusif.

“Padahal jika pemasarannya lebih gencar, usaha budidaya tomat hitam akan jauh lebih menguntungkan bagi petani. Sebab, produktivitas tanamannya rata-rata mencapai 4 kilogram per pohon, sedangkan tomat biasa rata-rata hanya 2 kilogram per pohon,” ujar Dadan. [yhr]


Komentar Pembaca