Terpilih Aklamasi, Gus Ami Malah Mau Hapus Jabatan Sekjen PKB

Polhukam  SABTU, 24 AGUSTUS 2019 | 08:20 WIB | Sugiharta Yunanto

Terpilih Aklamasi, Gus Ami Malah Mau Hapus Jabatan Sekjen PKB

MoeslimChoice | Perubahan sapaan Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, dari Cak Imin menjadi Gus Ami ternyata ada iring-iringannya. Selain panggilan baru, Gus Ami juga mau menghapus jabatan Sekjen PKB dan menggantinya menjadi Direktur Eksekutif.

Direktur eksekutif dan peneliti utama dari Voxpol Center Research & Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai hasil muktamar ini membuat PKB mengarah seperti Partai Demokrasi Indoneia Perjuangan. "Sedangkan Muhaimin cnderung akan seperti Megawati Soekarnoputri, karena ketua umum partai terlama memang kedua figur itu," ujarnya, Jumat, 23/8/19.

Dia menegaskan, PDIP maupun PKB telah mengarah ke oligarki kepartaian. Partai yang oligarki, kata Pangi, tampak dari sirkulasi pucuk kepemimpinan yang relatif statis dalam jangka waktu yang panjang. Ciri lain adalah ketiadaan pesaing ketua umum petahana.

Dalam kasus PKB, yang mungkin bisa menyaingi Cak Imin hanya sekjen, orang kedua di partai. Masalahnya, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding sudah nonaktif sejak menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf pada awal 2019 lalu.

Sebelumnya, mantan Sekjen PKB Lukman Edy menyindir dengan menyebutnya semakin memantapkan posisi Cak Imin sebagai mandatoris tunggal seperti yang dibacakan Ida Fauziyah selaku pemimpin sidang Rapat Pleno Muktamar PKB yang dilaksanakan di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali. "Kebijakan untuk mengubah AD/ART dengan menghilangkan posisi Sekjen sudah tepat dan bagian dari konsep besar Cak Imin sebagai mandataris tunggal," ujar Lukman, Kamis malam, 22/8/19.

Toh Gus Ami punya jawaban. Dia bilang, menghapus posisi Sekjen di PKB itu bukan usul dari dirinya, melainkan aspirasi internal.

Menurut dia, aspirasi itu muncul karena selama ini posisi sekjen melahirkan konflik-konflik yang tidak perlu. "Saya sendiri belum memutuskan [penghapusan sekjen]," kata Gus Ami, Rabu, 21/8/19.

Sementara perkara ketiadaan kompetitor dan ketua umum partai terlama kedua, Imin bilang dia sebetulnya tidak ingin itu terjadi. "Ini karena yang lain pada nggak mau. Yang lain pada berharap saya. Ya, sudah," ujarnya

Muhaimin juga menolak anggapan kalau PKB adalah partai oligarkis dengan dia sebagai pusatnya. Menurutnya PKB adalah partai yang terus "menyiapkan kepemimpinan merata" dan itu tercermin lewat "aktor-aktor tangguh" seperti Imam Nahrawi (kini Menpora) dan Hanif Dhakiri (Menaker).


Komentar Pembaca