Dirjen Hubla: Jangan Main Potong di Proyek Pelabuhan Patimban Subang

Ekonomi  RABU, 21 AGUSTUS 2019 | 10:10 WIB | Warni Arwindi

Dirjen Hubla: Jangan Main Potong di Proyek Pelabuhan Patimban Subang

Proyek Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat

MoeslimChoice | Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Jawa Barat untuk mensinergikan pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang pelayaran. Tahap awalnya adalah penandatanganan kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, mengatakan, nota kesepahaman ini untuk meningkatkan sinergi antara Kementerian Perhubungan dengan Pemerintah Kabupaten Subang dalam melaksanakan tugas dan fungsi kedua belah pihak.  MoU meliputi kerja sama penyediaan dan pelayanan jasa kepelabuhanan di Kawasan Pelabuhan Patimban.

Dalam hal ini Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Patimban sebagai pelaksana akan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk oleh Pemkab Subang. "Pemerintah Daerah Kabupaten Subang harus menyiapkan semua perangkat sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh Peraturan Perundang-undangan, sehingga semua proses pembangunan comply aman secure (taat asas dan aman)," kata Agus di acara penandatanganan kesepakatan itu di Jakarta, Selasa, 20/8/19.

Saat ini tahap I pembangunan Pelabuhan Patimban tengah dilaksanakan yakni untuk penyediaan Car Terminal yang sudah mencapai 35 persen. Lebih jauh Agus berharap kesepakatan yang baru ditandatangani dapat ditindaklanjuti dengan segera menyediakan air bersih di kawasan Pelabuhan Patimban dengan prinsip non monopoli, transparan, dan berkelanjutan sesuai koridor ketentuan perundang-undangan.

Dirjen Agus mengingatkan lagi agar pelaksanaan proyek ini mengikuti prosedur dan menghindari penyimpangan. Tata cara lelang atau tender dan prosedur, lanjutnya, agar diikuti saja, supaya aman dan tanpa kendala ke depannya. “Sumber daya yang ada dan kompetensi harus prioritas. Tidak bisa memotong-motong dan menggunting-gunting,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dirjen Agus mengungkapkan bahwa untuk urusan non teknis bila ada kendala maka pihaknya bisa membantu. Namun untuk teknis maka harus memenuhi syarat. “Kita harus comply (patuh) pada regulasi agar semua aman dan kami dorong sepenuhnya,” tandasnya.


Komentar Pembaca