Hubungan PDIP dan Gerindra Bukan Hanya untuk Kepentingan Pemerintahan Jokowi

Nasional  RABU, 14 AGUSTUS 2019 | 23:00 WIB

Hubungan PDIP dan Gerindra Bukan Hanya untuk Kepentingan Pemerintahan Jokowi

Moeslimchoice –Hubungan PDI Perjuangan dengan Partai Gerindra semakin mesra setelah rangkaian Pilpres 2019 berakhir.

Kemesraan itu dibuktikan ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengundang Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ke Kongres V partai berlambang kepala Banteng moncong putih.

Sebaliknya, Megawati diundang menghadiri Rapat Kerja Nasional Gerindra yang sedianya dilaksanakan di Hambalang, Jawa Barat, pada September 2019.

Pengamat politik Satyo Purwanto menilai kemesraan PDI Perjuangan dengan Gerindra tidak berkaitan dengan penguatan nilai tawar alias bargaining di mata Presiden Jokowi agar memperoleh kursi kabinet.

"Pusaran baru antara PDIP dan Gerindra itu bisa diartikan itu kepentingan yang bukan kebutuhan dalam konteks pemilihan menteri di kabinet Jokowi," kata Satyo saat dihubungi jpnn.com, Rabu (14/8).

Menurut Satyo, kemesraan PDI Perjuangan dengan Gerindra berkaitan dengan 2024. Terbuka kemungkinan kedua partai akan bersatu untuk mengusung calon tertentu sebagai pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2024.

"Saya melihat ini proyek jangka panjang PDI Perjuangan dan Gerindra. Bukan nilai tawar untuk mendapatkan posisi di kabinet. Itu terkait pemilu berikutnya di 2024," ucap dia.

Satyo menerangkan, kedua partai memiliki persamaan sehingga cocok bersama dalam jangka waktu panjang. PDI Perjuangan dan Gerindra beririsan pada ideologi nasionalisme.

"Ideologi PDI Perjuangan dan Gerindra sama. Nasionalisme kerakyatan. Kalau Demokrat, kan demokrasi religius. Makanya wajar PDI Perjuangan dan Gerindra ketemu. Kalau Demokrat wajar tidak ketemu karena beda ideologi," ungkap dia.

Meski begitu, Satyo menyadari kedua partai berselisih kuat saat Pilpres 2019. PDI Perjuangan masuk barisan pendukung Jokowi, sedangkan Gerindra mengusung Prabowo Subianto.

Hanya saja, ucap dia, perbedaan saat Pilpres 2019 tidak akan terbawa secara terus menerus. Kader-kader dari kedua partai memahami bahwa politik itu dinamis.

"Kan, harus hafal kalau jadi politikus. Prinsip politik itu kan tidak ada musuh abadi," pungkas dia.(Ang)


Komentar Pembaca
BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

BEM SI Jabodetabek-Banten Nekat Mau Aksi Demo Siang Ini

PolhukamKamis, 17 Oktober 2019 | 05:55

<b>Kabinet Jokowi</b> | Satu Kepala Daerah Jadi Menteri

Kabinet Jokowi | Satu Kepala Daerah Jadi Menteri

PolhukamRabu, 16 Oktober 2019 | 12:51

Purna Tugas Sebagai Mendikbud, Muhajir Puji Jokowi Setinggi Langit
 Kebakaran di Kampung Kapolri, Hanya Menyisakan Baju Di Badan

Kebakaran di Kampung Kapolri, Hanya Menyisakan Baju Di Badan

Tentang SumselRabu, 16 Oktober 2019 | 14:12

 Biar Muratara Makin Aman, Ini Solusi Dari HD

Biar Muratara Makin Aman, Ini Solusi Dari HD

Tentang SumselSabtu, 19 Oktober 2019 | 14:47

Pameran Dagang Internasional “Trade Expo Indonesia” Digelar di ICE BSD
Wahana Baru “Snowbay Kids  Pool” Baru Saja Diluncurkan
Kaisar Naruhito Mulai Bertakhta di Jepang

Kaisar Naruhito Mulai Bertakhta di Jepang

InternasionalSelasa, 22 Oktober 2019 | 08:27

Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Mentawai

Gempa Magnitudo 5.5 Guncang Mentawai

DaerahSelasa, 22 Oktober 2019 | 07:34

Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah

Gerindra Merapat, Relawan Jokowi Gelisah

PolhukamSelasa, 22 Oktober 2019 | 07:30