Advokat Jamaah First Travel Meninggal Dunia

Hukum  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 | 08:20 WIB | Sugiharta Yunanto

Advokat Jamaah First Travel Meninggal Dunia

MoeslimChoice | Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun. Advokat yang menjadi kuasa hukum korban perusahaan perjalanan First Travel, Riesqie Ramadiansyah, meninggal dunia pada Senin, 12/8/19 petang. Riesqie dinyatakan meninggal dunia oleh dokter setelah berkali-kali tak menyahut ketukan di kamar rumahnya, di Jalan Sahid no. 25 A, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Inalillahi kakak dan sahabat saya Riesqi meninggal dunia pada hari ini pukul 17.00 WIB. Mohon maaf atas segala kesalahannya," kata adik kandung almarhum, Aldi Raharjo melalui status di nomor WhatsApp Riesqi, Senin, 12/8/19.

Saat dihubungi, Aldi yang juga sekretaris Riesqi ini mengaku tak mengetahui jam berapa pastinya kakanya meninggal. Aldi mengatakan, sejak siang kakaknya sudah tidak keluar dari kamarnya.

"Saya ketok-ketok pintu kamarnya sejak jam 13.00 WIB tidak dibuka. Karena sudah jam lima gak keluar kamar saya dobrak pintunya dan kakak saya sudah gak ada," ujarnya.

Aldi kemudian membawa Riesqie ke rumah sakit Siaga, Pasar Minggu. Dokter rumah sakit memastikan advokat jamaah First Travel itu sudah meninggal dunia.

Sejak awal jamaah First Travel gagal berangkat, Riesqi menjadi pengacara yang terdepan membantu jamaah agar dapat dipenuhi hak-haknya. Atas perjuangannya bersama-sama jamaah sudah ada beberapa jamaah yang diberangkatkan.

Kendati lolos dari Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), First Travel tetap tidak bisa memberangkatkan jemaah yang mencapai 61.491 orang atau dengan utang senilai Rp961,25 miliar kepada calon jemaah. Saat ini Riesqi bersama jamaah masih terus berjuang mencari keadilan dengan menyurati Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) setelah kalah kasasi di Mahkamah Agung.

Perkembangan terbaru First Travel, majelis hakim Pengadilan Negeri Depok memutuskan aset dari PT First Anugrah Karya Wisata atau First Travel terkait dengan perkara penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah dirampas untuk negara. Berdasarkan informasi, total aset yang disita oleh negara diperkirakan mencapai Rp905,33 miliar.

Riesqi mengupayakan agar aset-aset tersebut dapat dikembalikan ke calon jemaah dengan harapan mereka bisa diberangkatkan ke Tanah Suci. Ia juga telah menyiapkan yayasan bagi para calon jemaah dan menyerukan para calon jemaah untuk bersatu demi mendapatkan kembali hak mereka.

Allahummaghfirlahu wahamhu wa'afihi wa'fu'anhu.


Komentar Pembaca